RAMPAS TAKSI ONLINE DI SLEMAN, DUA PENJAHAT DITANGKAP DI PURWOKERTO

Minggu, 06 Agustus 2017 19:18:09 Hukum
NGAGLIK (MERAPI) - Setelah buron selama 3 hari, dua perampok mobil taksi online Honda Brio AB 1003 XX yang dikemudikan Catur Ari Trianingsih (30) warga Mlati, Sleman, akhirnya berhasil diringkus tim gabungan dari Polsek Ngaglik, Polres Sleman dan Polres Banyumas, Kamis (3/8) malam. Kedua pelaku diamankan saat bersembunyi di rumah kerabatnya
di Purwokerto Selatan.
 
Kedua pelaku yang dibekuk antara lain AM (19) warga Margodadi, Sayegan, Sleman dan TK (28) warga Purbalingga, Jawa Tengah yang tinggal di Seyegan. Mereka bertetangga dan sudah berteman sejak setahun silam. AM baru saja lulus SMA, sementara TK pengangguran. Karena tak punya pekerjaan itulah keduanya sepakat merampok taksi online. 
 
Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa Honda Brio warna merah nopol AB 1003 XX, handphone yang digunakan untuk order taksi online, tas, dompet, celana dan pakaian milik tersangka. 
 
"Setelah melakukan penyelidikan, pelaku akhirnya tertangkap dinihari tadi (kemarin) di Purwokerto," Kata Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi didampingi Kanit Reskrim Iptu Made Wira Wira Suhendra kepada wartawan, Jumat (4/8). 
 
Danang Kuntadi menjelaskan, penangkapan tersangka berdasarkan pemeriksaan saksi, yakni sopir taksi online tersebut ditambah rekaman CCTV di lokasi kejadian. Dari awal pemeriksaan, polisi berhasil mengidentifikasi identitas kedua pelaku melalui data pemesanan taksi online. Sedang ciri fisiknya, polisi memeriksa kamera CCTV di sekitar Seturan, di mana kedua pelaku memesan taksi online.
 
Menurut Danang, berbekal informasi tersebut, petugas kemudian bergerak cepat dengan melakukan pengejaran terhadap para tersangka. Alhasil setelah melakukan penyelidikan selama dua hari, polisi mengetahui tempat persembunyian kedua tersangka.  
 
"Kami amankan kedua tersangka di rumah kerabat tersangka TK. Saat kami tangkap, keduanya tidak melakukan perlawanan dan langsung mengakui perbuatanya," ujar Danang. 
 
Seperti diberitakan, kedua pelaku memesan order taksi online pada Senin (31/7) malam lalu. Saat itu mereka berada di Jalan Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Pesanan itu kemudian diambil oleh korban Catur. Saat itu korban diminta untuk mengantarkan pelaku ke wilayah Merapi View Ngaglik. Namun sampai di lokasi itu, keduanya minta diantarkan lagi ke daerah Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
 
Ketika sampai dusun tersebut di dekat persawahan, korban dibekap dari belakang. Korban sempat melawan dengan mencakar tangan pelaku, namun upaya tersebut sia-sia setelah pelaku menendang korban keluar mobil.
 
"Korban dibekap dari belakang oleh TK, namun ia berusaha melawan dengan mencakar dan mencabut kunci mobil, namun tidak berhasil. Kemudian AM yang duduk di depan menendang korban hingga terjatuh," ujar Kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Made Wira Wira Suhendra.  
 
Melihat korban terjatuh, kedua pelaku langsung membawa kabur mobil tersebut ke Purwokerto. Sementara itu korban langsung menghubungi beberapa rekannnya untuk menolong, dan melapor ke Polsek Ngaglik, Senin (31/7) pukul 20.00 WIB.
Menurut Made, usai melakukan perampokan mobil, kedua pelaku langsung melarikan diri ke Salam, Magelang untuk melepas plat nomor kemudian membuangnya. Mereka melanjutkan perjalanan ke Purworejo lewat Deandeles menuju Ambal, Kebumen.
 
Tersangka kemudian melanjutkan perjalanan ke Purbalingga untuk singgah di rumah nenek tersangka AM sekaligus memesan plat nomor. Setelah mengganti plat nomor, mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Purwokerto Selatan ke rumah kerabat tersangka TK untuk bersembunyi. 
 
"Jadi selama perjalanan mereka tidak memakai plat nomor karena takut ketahuan. Baru setelah sampai Purwokerto mereka memasang plat nomor palsu AA 8998 B," beber Made.
 
Dijelaskan Made, perampokan itu memang sudah direncanakan kedua pelaku. Mereka nekat melakukan perampokan mobil tersebut lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Rencananya mobil rampokan tersebut akan dijual, dan hasilnya dibagi dua. 
Namun naas, belum sempat menikmati hasil kejahatannya kedua tersangka yang belum setahun berteman ini terlebih dahulu diringkus aparat kepolisian.
 
Kini keduanya harus mendekam di sel tahanan Polsek Ngaglik guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. "Tersangka kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun kurungan penjara," beber Made.<B>(Shn)<P>
 

 

Related Post