RUMAH PELAKU SODOMI DIBAKAR WARGA

Rabu, 09 Agustus 2017 19:06:37 Hukum
JETIS (MERAPI)- Amarah warga Jetis, Bantul memuncak setelah dua bocah di kampung mereka disodomi oleh Kw (44) warga setempat, Selasa (8/8) dinihari. Warga pun meluapkan kemarahan dengan memukuli pelaku beramai-ramai dan bahkan membakar rumahnhya. 
 
Meski sudah dilaporkan dua korban, pelaku tetap membantah tuduhan itu. “Saya tidak pernah melakukan pencabulan itu. Saya hanya main gendhong-gendhongan, tidak sampai mencabuli,” ujar Kw di Mapolsek Jetis. Hingga kemarin, pelaku sudah ditahan di Polsek Jetis Bantul untuk menjalani pemeriksaan dan langsung dijadikan tersangka pencabulan.  
 
Kapolsek Jetis AKP Mega Tetuko SIK didampingi Kanit Reskrim Ipda Anar Fuadi SH kepada wartawan kemarin mengatakan, kasus itu terungkap setelah dua korban, bocah Dn (14) dan Hm (11) bersama orangtua mereka melapor ke Polsek Jetis Bantul.
 
Dikatakan AKP Mega, tersangka Kw terakhir kali mencabuli korban pada Minggu (6/8) lalu. Siang itu di rumah Kw sedang ada kerja bakti. Tak berapa lama, korban Hm melintas. Di tengah warga yang sedang bekerja, tersangka menarik Hm dan membawanya ke dapur. Di tempat itulah tindakan tidak senonoh dilakukan oleh lelaki yang kesehariannya bekerja sebagai penarik becak itu.
 
“Setelah masuk dapur, pelaku langsung menarik celana  korban kemudian terjadilah peristiwa tidak senonoh itu,” ujar Mega. 
 
Setelah peristiwa itu, korban kemudian melapor ke orangtuanya dan diteruskan ke Polsek Jetis Bantul. Dari laporan itu akhirnya diketahui jika pencabulan dilakukan pelaku tidak hanya sekali. "Bahkan pernah juga dilakukan di masjid kampung," katanya.
 
Selain itu, ujar Mega, pemeriksaan berkembang dengan muncul nama korban lain, yakni bocah Dn. Setiap kali melakukan tindakannya itu, tersangka tidak pernah menjanjikan apa-apa. “Kw hanya minta korbannya tidak bicara dengan orang lain,” ujarnya.
 
Yang lebih ironis, Dn yang sekarang sudah duduk di bangku SMP sudah dicabuli Kw sejak masih SD.
Usai menerima laporan itu, kata Mega, petugas langsung melakukan pancarian di sejumlah lokasi. Termasuk di sekitar Kantor Pos Besar Yogyakarta yang biasa digunakan Kw narik becak.
 
Namun pencarian pada Senin (7/8) tidak membuahkan hasil. Di tengah polisi memburu Kw, warga yang mendengar info ini tersulut emosinya. Mereka mencoba mencari pelaku ke rumahnya, namun tidak ketemu. Puncaknya, warga yang terlanjur marah membakar rumah pelaku. "Namun sebelum sampai pada tindakan yang lebih anarkis, kemarahan warga berhasil diredam tokoh masyarakat," ujarnya.  
 
Hingga akhirnya pada Selasa (8/8) sekitar pukul 03.00, Kw pulang ke rumahnya usai berwisata ke Parangkusumo Parangtritis Kretek Bantul. Massa yang sejak siang menunggu, langsung menyerang tersangka hingga dia tidak beradaya. Emosi warga segera diredam polisi yang langsung membawa pelaku ke Polsek Jetis. Di hadapan polisi, tersangka Kw membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya.(Roy)

 

 

Related Post