SUPORTER PERSIBA MINTA PROSES HUKUM BERLANJUT

Rabu, 09 Agustus 2017 19:10:42 Olah Raga
BANTUL (MERAPI)- Keinginan Pemkab Bantul agar permasalahan yang melibatkan suporter Persiba Bantul (Paserbumi) dan Satpol PP diselesaikan dengan jalur kekeluargaan nampaknya tidak mudah terwujud. Saat audiensi dengan Komisi A DPRD Bantul Selasa (8/9), pihak Paserbumi belum bersikap terkait keinginan damai dari Satpol PP tersebut. 
 
Carik Paserbumi, Yanto mengatakan, pihaknya akan berembug dengan 17 korwil di Bantul untuk menentukan sikap. Selain itu, Paserbumi juga masih menyayangkan tidak adanya itikad baik dari Satpol PP. Sehingga supporter Persiba Bantul mendorong agar pihak berwajib mempercepat proses hukumnya.
 
Dalam audiensi itu, Yanto mengakui Komisi A menyampaikan keinginan berdamai dari Pemda Bantul. Akan tetapi pihaknya belum dapat memberikan jawaban. “Kami harus komunikasikan dengan 17 pengurus tingkat kecamatan di Bantul, karena kami ini organisasi punya pengurus,” sebutnya.
 
Yanto beralasan, keinginan berdamai itu menurutnya tidak bisa begitu saja ditanggapi. Pasalnya hingga kemarin pihaknya belum mendapatkan pernyataan itu secara langsung dari Satpol PP. Dia menilai Satpol PP juga tidak menunjukkan itikad baik. Sehingga sampai saat ini keputusan menempuh jalur hukum akan terus berlanjut.
 
“Sampai sekarang belum ada yang <I>ngaruhke<P>. Satpol PP juga tidak secara langsung menyampaikan ingin damai,” ungkap Yanto.
 
Sementara itu, terkait proses hukum yang saat ini berjalan, Yanto mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan. Dia juga mengaku sudah memenuhi panggilan polisi sebagai saksi terkait kasus tersebut. Yanto juga akan menunggu proses hukum terkait laporan yang dilayangkan anggota Satpol PP atas kericuhan pada pertandingan Persiba Bantul melawan PPPSM Magelang di Stadion Sultan Agung. Namun begitu, dia menganggap laporan itu sebagai langkah gegabah dari anggota Satpol PP.
 
“Anggota Paserbumi juga ada yang terluka di Satdion, bahkan sampai diopname di RSUD, tapi kita tidak lapor. Baru kali ini ada laporan ke polisi terkait kericuhan suporter di dalam Stadion,” imbunya.
 
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bantul, Endro Sulastomo kepada Merapi membenarkan adanya kesesuaian kronologi yang disampaikan oleh Satpol PP dan Paserbumi. Termasuk keterlibatan salah satu kepala bidang di Satpol PP dalam aksi pengeroyokan tersebut.
 
Namun begitu, sesuai permintaan Satpol PP agar Komisi A memfasilitasi upaya damai, Endro mengaku telah menyampaikan kepada pihak Paserbumi. Akan tetapi lantaran belum adanya jawaban maka upaya damai tersebut belum juga dilakukan hari itu juga.
 
“Kemarin dibicarakan jika (Paserbumi) menerima maka akan dipertemukan hari ini (kemarin) juga, tapi ternyata belum ada jawaban,” ungkap Endro yang juga Manajer Persiba tersebut.
 
Lebih lanjut, Politikus PDIP ini mengaku akan terus melakukan komunikasi dengan Paserbumi terkait upaya damai tersebut. Namun begitu pihaknya akan mendorong Inspektorat Bantul agar menyikapi kasus tersebut. Sehingga aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat bisa dijatuhi sanksi. Bagaimanapun menurut Endro, tindakan kekerasan di kantor pemerintahan tidak dibenarkan.
 
“Apalagi ada kepala bidang yang tidak melarang malah seakan melakukan pembiaran,” pungkasnya. 
 
Seperti diberitakan, dua anggota Paserbumi, Agung Prasetyo (24) dan Eren Nursyam (20) dianiaya sejumlah anggota Satpol PP Bantul di kantor Satpol PP, Selasa (1/7) lalu. Awalnya kedua korban diminta datang ke kantor Satpl PP untuk meminta maaf terkait keributan saat pertandingan Persiba Bantul melawan PPSM Magelang. Namun sesampainya di kantor, kedua korban justru dibawa ke sebuah ruangan, dikunci dari dalam kemudian dikeroyok. Dalam pertemuan dengan DPRD Bantul pada Senin (7/8), pihak Satpol PP menyatakan siap berdamai. (C-1)
 
 
 

Related Post