RESIDIVIS REKRUT PENGAMEN MALIOBORO JADI KURIR PIL KOPLO

Rabu, 09 Agustus 2017 19:34:32 Hukum
PENGASIH (MERAPI) - Pernah dipenjara gara-gara mengedarkan ganja, tak membuat ASL (24) jera. Residivis yang baru keluar dari lembaga pemasyarakatan pada Januari itu, kembali dibekuk polisi lantaran terbukti mengedarkan pil koplo jenis Yarindo. ASL merekrut pengamen di kawasan Malioboro untuk menjadi kurir.  
 
Penangkapan ASL dilakukan petugas Sat Narkoba Polres Kulonprogo, 1 Agustus lalu, di Dusun Jomblangan, Kecamatan Banguntapan Bantul. ASL yang merupakan warga setempat, kedapatan menyimpan pil Yarindo sebanyak 811 butir.
 
"Kepada petugas, ASL mengaku mendapatkan barang tersebut dengan cara membeli secara online, kemudian dikirim melalui jasa pengiriman paket. Harganya Rp 1,5 juta perbotol, isi 1.000 butir," terang Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Darma, dalam press release di Mapolres Kulonprogo, Rabu (9/8).
 
Pil Yarindo ini kemudian dijual tersangka ASL dengan harga Rp 2.500 perbutir. Ia melibatkan sejumlah pengamen kawasan Malioboro untuk menyerahkan barang kepada pembeli. Meski demikian, petugas masih menerapkan status saksi kepada para pengamen ini, hingga pembelinya berhasil terungkap. 
 
"Peredarannya di wilayah Sentolo dan Malioboro. Tersangka sudah menjalani bisnis ini selama tujuh bulan dan berhasil mengedarkan sedikitnya 6.000 pil Yarindo," imbuh Kompol Dedi.
 
Akibat perbuatannya, ASL dijerat Pasal 197 UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,5 miliar. Sejumlah barang milik tersangka seperti ATM, HP, celana jeans, buku catatan dan sebagainya, kemudian disita petugas untuk dijadikan barang bukti.
 
Saat dimintai keterangan, ASL menyampaikan bahwa pengiriman pil Yarindo dibungkus seperti paket pada umumnya. Paket tersebut tidak jarang dikatakan berisi makanan atau sepatu agar tidak dicurigai petugas ekspedisi.
 
Dalam kesempatan yang sama, press release juga menghadirkan tersangka lain, ST (32) yang ditangkap di wilayah Dusun Bekelan, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan Bantul, 3 Agustus lalu. ST merupakan pemilik dan pengguna narkoba jenis Alprazolam.
 
"Dari tangan tersangka, petugas mendapati pil Alprazolam sebanyak 30 butir. Ia mengaku mendapat barang ini dari distributor berinisial JN yang saat ini masih buron," Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu Antu Nugrahanta.
Tersangka dijerat dengan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta. "Yarindo maupun Alprazolam merupakan obat penenang yang pembelian dan konsumsinya harus disertai resep dokter," ujarnya. (Unt) 
 
 

Related Post