JADIKAN FKY AJANG BERKARYA, Dukung Pariwisata Terkemuka dan Berbudaya

Sugiyanto@ Rabu, 09 Agustus 2017 19:52:51 Gunungkidul
Bupati Hj Badingah SSos bersama Forkompimda membunyikan mainan tanda pembukaan FKY

WONOSARI(MERAPI)- Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos meminta agar Festival Kesenian Yogyakarta XXIX sebagai ajang kreativitas dan berkarya bagi para seniman, dan juga menjadi mementum bangkitnya seni dan budaya. Seni budaya harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bagi Gunungkidul, kemajuan seni budaya wajib mendukung visi sebagai daerah tujuan wisata terkemuka dan berbudaya.
“FKY harus jadi mementum lahirnya seniman dan budayawan yang bertalenta,” katanya saat membuka FKY di Gunungkidul di Alun-alun Wonosari, Senin (7/8) malam.
Hadir dalam acara ini wakil dari Dinas Kebudayaan DIY, Forkompinda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan sejumlah tamu undangan. Sebagaimana direncanakan, prosesi pembukaan FKY di Gunungkidul diawali dengan tarian kolosal yang dimainkan sekitar 100 penari. Pimpinan tarian dikawal dengan sejumlah penari menjemput Bupati untuk diarak ke panggung utama. Setelah menari sesaat, Bupati Hj Badingah menyampaikan pidato pembukaan dilanjutkan pemukulan gong sekaligus memutar mainan anak-anak yang diikuti ratusan hadirin. Selanjutnya Bupati membuka pameran perupa di bekas kantor Pengadilan Agama Wonosari.
Ketua Umum Panitia FKY Gunungkidul CB Supriyanto SIP dalam laporannya mengurai tema ‘Umbar Mak Byar’ yang diartikan melepaskan kepenatan untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga. Dalam FKY tidak kurang 2.500 seniman baik musik, teater, tari, sastra maupun seni terlibat acara ini.
Festival Kesenian Yogyakarta di Gunungkidul akan berlangsung sepekan, sampai Sabtu (12/8). Ada sekitar 30 atraksi yang akan dipentaskan untuk menghibur masyarakat. Antara lain, Ketoprak Jampi Puyeng, Pentas Reog Sanggar Seni, Tresno Budoyo asal Tanujungsari, Jathilan Republik Sekar Mataram dari Patuk, Rampak Kendang Upil Dewo, Semanu, Angklung Kreatif Laras Mudho, Tawarsari, Musik Etnis Etnomusikologi ISI Yogyakarta, Wayang Hip Hop (Yogyakarta), Reog Guntur Mataram Karangtengah, Wonosari, Jathilan Turonggo Jati, Nglipar, Parade Band, Layar Tancap, Reog Turonggo Jati, Ngawen, Jatilan Turonggo Seto, Ponjong, Tari Leong Barongsai Raga Jati, Semanu, Tari Angguk (Kulonprogo) dan Tari Bali, Sendratari Ramayana. (Ded)

Related Post