MELAHIRKAN SENDIRI DI KOS, MAHASISWI INI NEKAT BUANG BAYINYA DI TEMPAT SAMPAH

Kamis, 10 Agustus 2017 09:54:55 Hukum
DEPOK (MERAPI)- Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, LU (21) asal Lampung dibekuk aparat Polsek Depok Barat setelah membuang bayi yang baru dilahirkannya, Rabu (9/8) pagi. Saat ditemukan, bayi sudah dalam kondisi tewas terbungkus plastik di tempat sampah. Pelaku mengaku melahirkan sendiri bayi itu di kos-kosan tak jauh dari lokasi pembuangan.
 
"Pelaku mengaku melahirkan pada malam hari di kamar mandi kos. Karena merasa kebingungan, akhirnya dia membuang bayi tersebut ke tempat sampah," kata Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin kepada wartawan di lokasi kejadian. 
 
Dia mengatakan, temuan bayi ini berawal dari kehebohan warga kampung Gendongan, Caturtunggal, Depok, Sleman pada kemarin pagi. Saat itu warga menemukan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki teronggok di tempat sampah di depan sebuah kos-kosan.
 
Kompol Sukirin Haryanto mengatakan, bayi tersebut diketahui pertama kali oleh seorang pemulung yang bernama Nanik (74) warga Gendongan. Pagi itu saksi sedang mencari barang bekas di tempat sampah. Saat mengambil tas kresek warna ungu di tumpukan sampah, dia terkejut karena ternyata berisi bayi.
 
"Saat itu saksi mengambil tas kresek warna ungu di dalam tempat sampah. Setelah dibuka ternyata di dalamnya ada bayi yang sudah meninggal," ujar Sukirin.
 
Mendapat temuan itu, saksi lantas mencari bantuan warga dan diteruskan ke Polsek Depok Barat. Petugas Polsek Depok Barat langsung mendatangi lokasi kejadian perkara. Mayat bayi itu kemudian dievakuasi tim medis. Di sisi lain, anggota reserse bergerak cepat melakukan penyelidikan.
 
Berdasarkan keterangan warga sekitar, malam hari sebelum penemuan bayi itu, sejumlah warga sempat mendengar suara tangisan bayi, tapi tak tahu pasti sumber suaranya. Polisi kemudian memeriksa beberapa anak kos di sekitar lokasi itu. Saat itulah diketahui jika salah satu anak kos yang tinggal tak jauh dari tempat sampah, LU diketahui tengah hamil. Polisi segera mengamankan pelaku di kos-kosannya. Dia pun langsung mengaku sebagai pelaku pembuangan bayi itu. Bahkan pelaku juga sempat melihat saat polisi mengevakuasi bayi, lantaran kos pelaku tak jauh dari lokasi penemuan.
 
Kepada polisi, pelaku mengatakan awalnya melahirkan di kos-kosan pada Selasa (8/8) malam. Kemudian setelah bayi lahir, dia bingung karena bayi terus menangis. Dia pun akhirnya nekat membuangnya ke tempat sampah.  
 
Dikatakan Kompol Sukirin, pelaku diduga membuang bayi lantaran malu hamil di luar nikah. Untuk sementara, pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda DIY untuk diperika kondisi kesehatannya, lantaran dia melahirkan sendiri. "Sedangkan mayat bayi dievakuasi ke Rumah Sakit Sardjito," tandasnya. (Shn)

 

Related Post