PENJOL DIDUGA SODOMI 7 BOCAH , WARGA SEPAKAT MENOLAK KEPULANGAN PELAKU

Kamis, 10 Agustus 2017 09:58:02 Hukum
JETIS (MERAPI) - Korban pencabulan yang dilakuan oleh KW (44) alias Penjol warga Sumberagung, Jetis, Bantul bertambah. Hingga Rabu (9/8) sore polisi memeriksa empat anak yang diduga disodomi pelaku. Namun diduga Penjol sudah berbuat tidak senonoh tersebut kepada tujuh anak laki-laki di kampungnya. Akibat perbuatannya itu, warga sepakat menolak pelaku kembali ke kampungnya saat dia bebas dari penjara. 
 
Kepada Merapi, tetangga Penjol, Gunardi menceritakan perilaku tersangka yang dinilai sudah meresahkan warga selama bertahun-tahun. Menurut penuturan Gunardi, perilaku pria yang belum pernah menikah tersebut semakin aneh sepeninggal ibunya 3 tahun silam. Setelah tinggal sendiri di sebuah rumah kecil di kampungnya itu, dia menjual perabot rumah satu persatu. Bahkan pintu, jendela dan genteng rumahnya pun dibongkar dan dijual. “Meteran listrik itu dijual juga, jadi yang dibakar kemarin bukan rumahnya tapi sisa-sisa kayu dan sampah,” terang Gunardi yang menyangkal kabar adanya pembakaran rumah tersangka, Rabu (9/8).
 
Rumah dengan tembok bata tanpa plester semen itu terdapat banyak tulisan pelaku menggunakan cat. Tulisan bernada protes itu menurut Gunardi ditulis sendiri oleh Penjol setelah terlibat masalah dengan berbagai pihak, termasuk keluarganya sendiri. Gunardi menceritakan tindakan tidak senonoh terakhir kali dilakukan oleh Penjol di rumah tersebut. Bahkan saat itu ada warga yang sedang menurunkan genteng atap rumah setelah sudah dijual pelaku. “Pas ada yang lagi nurunin genteng, dia melakukan itu kepada salah satu anak,” sebutnya.
 
Gunardi juga menceritakan bahwa pelaku diketahui akrab dengan anak-anak di kampungnya. Sehingga awalnya warga tidak curiga ketika melihat Penjol memeluk dan mendekap anak-anak yang sedang bermain. Bahkan kedok pelaku mulai terkuak setelah rajinnya Penjol ke Masjid hanya untuk melakukan tindakan cabul kepada anak-anak. “Dia itu sering ke masjid, nyapu di sana juga. Tapi tidak tahunya dia pernah mencabuli korban di toilet masjid,” imbuh Gunardi.
 
Pasca ditangkapnya pelaku oleh polisi, warga sempat bermusyawarah dan memutuskan untuk menolak kembalinya pelaku di kampungnya. Gunardi menyebut seluruh warga sudah membuat pernyataan dengan tandatangan di atas materai tentang penolakan tersebut. Menurutnya, perilaku Penjol sudah sangat meresahkan. “Bahkan kalau meninggal, mayatnya pun tidak boleh dikubur di sini,” tegasnya.
 
Tetangga Penjol lainnya, Wulan mengaku sempat melihat perbuatan cabul tersangka. Pada hari Minggu (6/8) siang, dia melihat Penjol mendekap seorang anak laki-laki dan dipepet ke tembok rumah. Wulan sempat curiga melihat perbuatan di rumah Penjol tersebut. Pasalnya meskipun pelaku dan korban masih berpakaian lengkap, namun Penjol nampak menggesek-gesekkan bagian bokong korban. “Ya digesek-gesek kanan kiri maju mundur gitu, setelah itu mereka berdua (Penjol dan korban) pergi tidak tahu kemana,” ungkapnya.
 
Kecurigaannya semakin memuncak saat melihat korban pada sore harinya. Sepulang dari rumah Penjol, Wulan mengaku melihat korban sesekali memegang bokong dan mencium bau tangannya sendiri. Melihat perilaku aneh anak tersebut, Wulan sempat bertanya apa yang dilakukan tersangka terhadap korban. “Pas saya tanya habis diapain, dia (korban) hanya jawab Penjol wong edan, gitu,” jelas Wulan.
 
Kapolsek Jetis AKP Mega Tetuko SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Anar Fuadi SH menyampaikan, hingga Rabu (9/8) sore pihaknya sudah memeriksa empat anak yang diduga menjadi korban sodomi Penjol. Selain DM dan HM, yang sudah melapor terlebih dulu, polisi juga memeriksa YDP dan RAP. Rata-rata usia korban antara 11 hingga 15 tahun. Polisi masih berencana akan memeriksa tiga anak lain yang juga diduga menjadi korban. “Semua ada tujuh, tapi yang kita periksa baru empat,” terangnya.
 
Lebih lanjut, pelaku mengaku melakukan tindakan tidak senonoh itu sudah berungkali. Bahkan salah satu korban sudah mendapat perlakuan itu sejak tiga tahun yang lalu. Modus pelaku selama ini dengan mengajak bermain korban ke suatu tempat atau dengan iming-iming diberi uang. Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa celana yang disobek milik korban. Penjol dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak subsider pasal 290 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.
 
Seperti diberitakan, dua bocah di Desa Sumberagung, Jetis, Bantul, DM dan HM melapor karena diduga disodomi oleh Kw (44) warga setempat, Selasa (8/8) dinihari. Warga pun meluapkan kemarahan dengan memukuli pelaku beramai-ramai dan bahkan membakar rumahnya. Namun meski sudah dilaporkan dua korban, pelaku tetap membantah tuduhan itu. (C-1)
 
 

 

Related Post