GARA-GARA ISTRI EMOH DIAJAK INTIM, BAPAK TEGA HAMILI ANAK KANDUNG

Kamis, 10 Agustus 2017 10:00:36 Hukum
JETIS (MERAPI) - Entah apa yang merasuki pikiran Sjm (41) warga Canden, Jetis, Bantul. Dengan dalih tak pernah berhubungan badan dengan istrinya, dia tega mencabuli anak kandungnya sendiri, Kencur (17-nama samaran).  Akibat disetubuhi pelaku sebanyak 4 kali, korban pun hamil 5 bulan. Atas laporan warga, Sjm berhasil dibekuk jajaran Polsek Jetis dan langsung ditahan, Rabu (9/8).
 
Kanit Reskrim Polsek Jetis Iptu Anar Fuadi kepada wartawan kemarin mengatakan, tersangka diamankan polisi Senin (7/8) yang lalu. Sjm yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan itu dilaporkan warga setelah menghamili anak semata wayangnya. Menurut Iptu Anar, terungkapnya kasus ini berawal saat acara hajatan di rumah tersangka. Saat itu warga curiga melihat perut Kencur buncit. Atas izin keluarga, warga kemudian memeriksakan Kencur ke dokter. Kecurigaan warga terbukti setelah hasil pemerksaan dokter menunjukkan korban mengandung janin berusia lima bulan. “Warga juga kaget karena korban mengaku dihamili oleh ayahnya sendiri,” ungkap Iptu Anar.
 
Polisi sempat kesulitan mencari keterangan dari korban. Menurut Iptu Anar, korban diduga mengalami gangguan kejiwaan seperti lamban berfikir. Korban diketahui tidak melanjutkan sekolah lantaran di usianya yang sudah 17 tahun namun baru saja lulus SD. Korban juga nampak bingung saat dimintai keterangan, bahkan harus didampingi sang ibu. “Setelah ada pendampingan dari petugas, kami baru meminta keterangan dari korban dan ibunya,” terangnya.
 
Usai mendapat laporan itu, polisi segera mengamankan pelaku tanpa perlawanan di tempatnya bekerja. Dikatakan Anar, persetubuhan ayah dan anak itu sudah terjadi setidaknya empat kali. Menurut keterangan tersangka, perbuatan bejat itu dilakukan di rumahnya sendiri. Tersangka dengan leluasa menggerayangi tubuh korban pada malam hari saat istrinya pergi gotong royong memasak di rumah tetangganya. “Ketika istrinya rewang di rumah tetangga yang sedang hajatan, pelaku kemudian ke kamar anaknya,” jelas Iptu Anar.
 
Saat diinterogasi petugas, Sjm mengaku menyesal. Dia mengatakan tidak mampu menahan hasrat seksual karena sang istri selalu menolak diajak berhubungan sejak setahun terakhir. Tersangka bahkan mengaku sudah menyetubuhi anaknya sebanyak empat kali sejak bulan Februari 2017 yang lalu. Kehamilan korban sebenarnya sudah diketahui oleh Sjm dan istrinya. Pada bulan Juni 2017, pelaku sempat memeriksakan korban yang perutnya sudah nampak membesar. “Saya beranikan ngomong sama istri kalau dia (korban) hamil, tapi istri saya hanya pasrah,” ungka Sjm di hadapan petugas.
 
Mirisnya, meski mengetahui sang anak mengandung janin hasil perbuatannya, Sjm masih  mengulangi kembali perbuatan bejatnya itu di bulan Juli yang lalu. Atas perbuatannya, Sjm dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lebih dari tujuh tahun penjara. (C-1)

Related Post