PENGEMUDI BETOR TAGIH PROTOTIPE BECAK ALTERNATIF

Jumat, 11 Agustus 2017 19:01:59 Yogyakarta
UMBULHARJO (MERAPI) - Paguyuban Becak Motor Yogyakarta kembali menagih perkembangan desain prototipe becak alternatif yang dikaji Pemkot Yogyakarta. Para pengemudi becak motor (betor) berharap rancang bangun itu bisa segera direalisasikan dan digunakan.
 
“Kami datang untuk menanyakan perkembangan contoh becak yang mau dibuatkan desainnya oleh Bappeda Kota Yogyakarta. Kami berharap bisa segera direalisasikan karena sudah terlalu lama menunggu,” kata Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta, Suparmin di Balaikota, Kamis (10/8).
 
Dia menuturkan, paguyuban sudah mengusulkan desain betor kepada Dinas Perhubungan DIY dan DPRD DIY. Termasuk menyampaikan ke Kementerian Perhubungan untuk memperjuangkan legalitas betor karena selama ini tidak diakui dan kerap dirazia polisi.  
 
“Desain betor yang kami usulkan seperti betor yang selama ini dipakai teman-teman pengemudi. Posisi penumpang berada di bagian depan. Kalau yang dikhawatirkan pemerintah terkait keamanan penumpang, selama ini tidak ada kecelakaan fatal akibat betor,” terangnya.
 
Pihaknya juga mengeluhkan terkait zonasi becak di Jalan Malioboro yang melarang betor. Dia menegaskan, para pengemudi betor tersebut awalnya menggunakan becak kayuh yang mangkal di Jalan Malioboro. Betor juga melayani para wisatawan.
 
“Kalau tidak boleh ada di Malioboro itu sama halnya ‘membunuh’ pengemudi betor,” ujar Suparmin.
 
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, prototipe becak altenatif sedang disiapkan. Beberapa lembaga sudah mengajukan desain prototipe becak alternatif. Desain prototipe becak alternatif itu juga masih harus dibuat dan diuji kelayakannya oleh Kementerian Perhubungan. Jika sudah layak, lanjutnya, juga masih harus mencari pihak yang memproduksi sesuai standar kelayakan.
 
“Ini adalah proses yang panjang. Tidak bisa cepat. Karena prosesnya harus mencari prototipe yang bagus, pembuatan contoh prototipe, mengujinya sesuai aturan dan punya standar kelayakan. Kalau menunggu itu pasti tidak akan cepat. Tapi kalau masih menunggu ya kami minta sabar,” terang Heroe.
 
Untuk zonasi becak di kawasan Malioboro, dia menyatakan hal itu menjadi kewenangan Pemda DIY yang lebih tepat mengatur transportasi di DIY. Namun pihaknya akan menyampaikan hal itu antara Pemkot Yogyakarta dan Pemda DIY melalui sekretariat bersama. Tidak hanya betor, pedagang, ojek dan kendaraan pribadi yang melanggar di kawasan Malioboro juga ditertibkan. (Tri)
 
 
 

Related Post