PEMBOBOL 2 MESIN ATM DI GUNUNGKIDUL DIRINGKUS, RP 213 JUTA HABIS UNTUK FOYA-FOYA

Minggu, 13 Agustus 2017 19:06:32 Hukum
WONOSARI (MERAPI) - Setelah buron selama 23 hari, pelaku pembobolan 2 mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di salah satu toko modern di Jalan Umum Wonosari-Yogya tepatnya di Siyono, Playen, Gunungkidul akhirnya ditangkap polisi. Saat menangkap 5 pelaku, polisi tak menemukan uang Rp 213 juta yang dikuras para pelaku dari 2 mesin ATM itu lantaran sudah habis untuk berfoya-foya.
 
Kuat dugaan, sindikat ini merupakan spesialis pembobol ATM lintas propinsi. Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiyarto SIK kepada wartawan, Jumat (11/8) mengatakan, kelima pelaku diduga merupakan jaringan Palembang-Jawa. Kelima tersangka yang diamankan masing-masing Sum (53) warga Tangerang, Banten, RF (37) warga Surakarta, Jawa Tengah, AM (46) warga Banyumas, Jawa Tengah, MUS (30) warga Tangerang, Banten dan RUS (48) warga Tangerang, Banten.
 
"Tiga di antaranya pemain lama yang sering beraksi lintas wilayah," katanya. 
 
Dikatakan Arif, pengungkapan kasus menonjol yang baru kali pertama terjadi di Gunungkidul tersebut berkat kerja keras tim gabungan Polres Gunungkidul dan Direskrimum Polda DIY. “Ketika ditangkap, kelima tersangka ini ternyata akan beraksi lagi. Polisi menangkap kelimanya di tempat terpisah di antaranya di wilayah Solo, Tegal dan Tanah Abang, Jakarta. Tiga di antara pelaku merupakan kerabat kelahiran Palembang,” kata AKBP Muhammad Arif Sugiyarto SIK.
 
Seperti diberitakan, dua mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank BNI dan BCA di sebuah toko moderen di Jalan Wonosari-Yogya Km 3 Dusun Siyono, Logandeng, Playen, Gunungkidul dibobol maling pada Senin (17/7) dinihari. Kawanan pelaku cukup rapi dan terencana dalam beraksi. Mereka berhasil menghindari rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di dalam toko. Mereka kemudian merusak dua mesin ATM dan menguras isinya dengan jumlah total Rp 213 juta. 
 
Menurut AKBP Muhammad Arif, setelah kejadian itu, petugas Polres Gunungkidul dibantu Polda DIY melakukan olah TKP. Polisi memeriksa rekaman CCTV. Dari pemeriksaan itu, ada salah satu pelaku yang terekam dan berhasil diidentifikasi polisi. Namun saat dikejar, mereka berpindah-pindah kota. Hingga akhirnya petugas berhasil melacak mereka hendak beraksi lagi di wilayah Solo, Tegal dan bahkan Jakarta. "Kelimanya segera kami sergap setelah keberadaannya terlacak," ujar Kapolres Gunungkidul.
 
Dari tangan pelaku, kata Arif, polisi menyita barang bukti 1 unit mobil, satu sepeda motor dan berbagai alat untuk melakukan kejahatan. Sementara uang Rp 213 juta yang digasak para pelaku diketahui sudah habis. 
 
"Tersangka mengaku uang yang berhasil diambil dari 2 mesin ATM sudah habis dibagi lima dan dipergunakan untuk berfoya-foya," kata AKBP Arif. Berdasarkan pemeriksaan petugas, ujar dia, mereka memang merupakan penjahat spesialis pembobol mesin ATM. Terlihat dari bagaimana mereka beraksi. Salah satunya mereka lihai menghindar dari kamera CCTV dan dengan waktu singkat mampu membobol mesin ATM.
 
Dijelaskan Arif, saat beraksi mereka ada yang menunggu di mobil, mengawasi dan melakukan eksekusi membobol ATM.
 
“Dari kelengkapan peralatan yang dipergunakan untuk merusak mesin ATM juga menunjukkan mereka penjahat spesialis ATM,” jelasnya.
 
Kapolres menambahkan, sebenarnya ada delapan tersangka yang berhasil ditangkap. Namun tiga di antaranya merupakan pelaku pembobolan mesin ATM di wilayah Jawa Tengah. “Kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif. Bukan tidak mungkin tersangka akan bertambah. Karena dari pengakuan tersangka, aksi pembobolan ATM tersebut dilakukan oleh delapan orang,” imbuhnya.(Pur/Ded)

 

Related Post