UNICAM LATIH GENERASI MUDA Industri Manufaktur Tulang Punggung Ekonomi

Selasa, 05 September 2017 20:21:46 Sleman

 MERAPI-AWAN TURSENO

Faisal Abdullah (kiri) meninjau tempat pelatihan didampingi Paryono S Utomo (kanan) .
 
KALASAN (MERAPI) - Industri manufaktur, hingga saat ini masih belum dikenal masyarakat luas. Peralatan yang digunakan untuk teknologi dan kendaraan sebagian besar masih didatangkan dari negara-negara besar yang berbasis industri. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri tersebut. 
 
Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olah Raga Faisal Abdullah saat membuka Pelatihan Pemuda Bidang Manufaktur di Training Center Unicam Teknikamuda Tirtomartani, Kalasan Senin (4/9) malam.  
 
Industri manufaktur, lanjutnya, harus menjadi tulang punggung di Indonesia dalam meningkatkan perekonomian bangsa. Sehingga sektor industri tidak tergantung oleh negara lain. Untuk itu, pemerintah akan terus berusaha meningkatkan sumberdaya manusia yang handal di sektor tersebut.
 
Seperti halnya memberikan pelatihan bagi generasi muda, langkah tersebut merupakan salah satu pemberdayaan kepada pemuda untuk di didik menjadi tenaga profesional di bidang manufaktur.  Kementerian Pemuda dan Olah Raga mendukung sepenuhnya dalam mencetak anak bangsa yang inovatif, kreatif dan pekerja keras.
 
Saat ini, Indonesia menjadi negara ke empat dalam pertumbuhan ekonomi di dunia. Hanya saja, prestasi tersebut paling dominan masih didukung pada sumberdaya alam. “Kita jangan hanya mengandalkan alam. Potensi sumberdaya manusia harus dimaksimalkan khususnya sektor industri manufaktur,” imbuh Faisal.
 
Direktur Utama Training Center Unicam Teknikamuda Paryanto S Utomo menyampaikan, pengembangan industri manufaktur sangat penting bagi peningkatan kapasitas pemuda di bidang kemandirian ekonomi. Industri ini merupakan padat karya dan dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak.
 
Sayangnya, industri manufaktur di Indonesia kepemilikannya masih didominasi oleh asing. Begitu pula merek dagang (brand) dan pangsa pasar dikuasai perusahaan asing, hanya beberapa sektor Indonesia dapat memenangkan persaingan. “Potensi ini perlu dikembangkan dengan cara meningkatkan kualitas pemuda sehingga mampu mendukung pencapaian kemandirian ekonomi Indonesia,” katanya.
 
Kapasitas pemuda di bidang industri dan kemandirian ekonomi merupakan penopang ekonomi sebuah bangsa. Hal ini dimaksudkan untuk memberdayakan para pemuda Indonesia lebih produktif dan mampu bersaing secara global.
“Kita harus mencontoh negara industri seperti Jepang. Sebelum membuat produk mereka mempersiapkan terlebih dahulu kualitas sumberdaya manusia. Melalui Pelatihan Programer dan Operator Mesin Computer Numerical Control (CNC), akan mencetak generasi muda yang handal dan siap bersaing dengan perusahaan asing,” pungkas Paryanto
 (Awn)
 
     
  
 

Related Post