PENCOPET TEWAS LONCAT DARI KERETA API

Kamis, 07 September 2017 10:45:28 Hukum
MERAPI-AMIN KUNTARI
Warga mengevakuasi mayat korban kecelakaan kereta api.

TEMON (MERAPI) - Warga Dusun Karangwuluh Lor, Karangwuluh, Temon, Kulonprogo digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria penuh luka di tepi perlintasan kereta api (KA) kampung setempat, Rabu (6/9). Diduga kuat, mayat ini merupakan pencopet spesialis KA yang nekat lompat dari atas kereta saat hendak ditangkap. Sebab sebelumnya, ada laporan percobaan pencurian di atas KA Taksaka jurusan Jakarta-Yogya yang melintas di sekitar Dusun Karangwuluh pada Rabu Subuh.
 
Awalnya petugas menemukan banyak kartu identitas di saku celana mayat itu. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, pria itu dipastikan sebagai SS (45) warga Gunung Padang, Bogor, Jawa Barat.
 
Menurut keterangan, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga Karangwuluh Lor, Sarjiyo. Kemarin Subuh, saksi bermaksud ke Pasar Pripih, Temon. Saat melintas di dekat perlintasan kereta api, dia kaget melihat sesosok pria tergeletak di atas rel. "Posisinya tepat di tengah lajur kereta api perlintasan ganda, tepatnya di km 502+8," ujar Sarjiyo.
 
Dikatakan, saat ditemukan, mayat ini mengenakan jaket abu-abu dengan celana panjang biru serta sepatu abu-abu. Selain itu, terdapat luka parah di bagian kepala, diduga akibat benturan keras saat melompat dari kereta.
 
"Warga kemudian menghubungi pihak berwajib untuk ditindak lebih lanjut," kata Sarjiyo. Aparat Polres Kulonprogo yang menerima laporan warga segera mengevakuasi jenazah pelaku. Saat diperiksa, di tubuh pelaku ditemukan selembar tiket KA Taksaka atas nama Marhayani K. Selain itu, ditemukan pula dua HP dan lima kartu identitas dengan nama berbeda. Polisi kemudian mengidentifikasi pelaku dan dipastikan bernama SS asal Bogor.
 
Dalam waktu bersamaan, polisi mendapat info tentang percobaan pencurian di atas KA Taksaka jurusan Jakarta-Yogya yang melintas dengan kecepatan tinggi di sekitar Kulonprogo pada kemarin pagi. Koordinator Pengamanan Wilayah Barat PT KAI Daop VI Yogyakarta, Anang Hidayat yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya laporan dari Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) tentang tindak pencurian di dalam gerbong KA Taksaka.
 
Dalam laporan itu, kata dia, seorang penumpang atas nama Veronica nyaris kehilangan kamera yang diduga dicopet pelaku. Namun aksi pencopet ini berhasil digagalkan. Saat hendak ditangkap, pelaku berusaha kabur dengan cara melompat dari atas gerbong.
 
"Kemungkinan pelaku melompat sekitar pukul 04.00 WIB, mengingat KA Taksaka sampai Stasiun Tugu, Yogya sekitar pukul 04.30 WIB," ujar Anang. Terkait temuan tiket di saku pelaku, Anang belum bisa memastikan kepemilikannya. Sebab identitas yang tercantum pada tiket tersebut adalah perempuan, yakni Marhayani K.
"Saat ini masih dilacak melalui bagian tiket," ujarnya.
 
Usai pemeriksaan, mayat yang diduga pencopet ini kemudian dievakuasi ke kamar mayat RSUD Wates untuk divisum. Lokasi yang menjadi TKP penemuan mayat tersebut, menurut warga memang cukup rawan. Sebab kerap terjadi kecelakaan kereta di sana yang menelan korban jiwa. (Unt)

 

Related Post