40 PELAJAR JADI PELANGGAN NARKOBA VAPOR

Kamis, 07 September 2017 10:47:47 Hukum
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kompol Heru Muslimin saat menunjukan barang bukti narkoba liquid gorila.

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Sleman berhasil mengungkap peredaran tembakau Gorila dalam bentuk cair (liquid). Barang haram itu dikonsumsi dengan cara dimasukkan dalam rokok elektrik dan dijual di kalangan pelajar di Yogya. Seorang pengedar yang dibekuk mengaku memiliki 40 orang pelanggan di Yogya, yang semuanya berstatus pelajar SMA.

Wakapolres Sleman Kompol Heru Muslimin kepada wartawan, Rabu (6/9) mengatakan, dari kasus ini, polisi menangkap empat pelaku, dua sebagai pengedar dan dua lainnya adalah pecandu. Pengedar yang dibekuk adalah  AJ (21) dan AF (23). Sedangkan dua pecandu yang diamankan masih berstatus pelajar SMA, yakni AB (16) warga Bantul dan LB (16) warga Sleman.

Dikatakan Heru, kasus itu terungkap dari penangkapan AJ atas kasus kekerasan di Polsek Mlati. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata AJ mengkonsumsi dan memperjualbelikan tembakau Gorila. "Saat dilakukan pengembangan, AJ menyebut nama AF warga Tangerang yang tinggal di Yogyakarta sebagai bosnya," kata Heru. Dalam waktu singkat, polisi pun memburu AF dan berhasil meringkusnya. Dari tangan AF, polisi menyita barang bukti 15 botol liquid vapor berisi tembakau gorila, uang Rp 7 juta dan alat token untuk transaksi online.

"AF merupakan merupakan penjual besar tembakau Gorila dengan sebutan Danesha. Tersangka AF membeli barang tersebut dari Jakarta dengan cara dikirim melalui paket," ujar Heru.

Dari informasi kedua tersangka itu, kata Heru, polisi kemudian berhasil mengamankan dua pengguna yang masih duduk di bangku SMA yakni AB (16) warga Bantul dan LB (16) warga Sleman. 

"Kedua pelajar ini mengaku mengkonsumsi tembakau Gorila awalnya hanya coba-coba. Untuk gaul sama teman-temannya," beber Heru.

Menurutnya, penjualan tembakau gorila di Yogya menyasar anak-anak muda, khususnya pelajar. Peredaran narkoba jenis ini juga telah berubah bentuk menyesuaikan perkembangan zaman. Meski demikian, kata Heru, AB dan LB tidak ditahan karena masih di bawah umur. Tapi proses hukumnya terus berjalan. 

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto menambahkan, tersangka AF mendapatkan liquid tembakau gorila dengan harga Rp 2,5 juta setiap botol berisi 60 ml. Oleh tersangka kemudian dikemas lagi dalam paket kecil dengan harga Rp 300 ribu.

Selain dijual secara online, AF juga menjual dengan tatap muka langsung. "Liquid gorila tersebut memiliki efek sama seperti penggunaan tembakau gorila secara langsung, sehingga pemakainya bisa fly. Ini sangat berbahaya." katanya.
Sementara itu tersangka AJ mengaku sudah dua tahun menjual tembakau gorila, selain itu juga dikonsumsi sendiri. "Sejauh ini sudah ada 40 anak sekolah yang jadi pelanggan saya. Sasaran peredaran memang anak SMA," jelasnya.

Sementara tersangka AF, yang dikenal sebagai pengedar kakap mengaku hanya berjualan tembakau gorila saja. Dia membeli dari tujuh akun instagram yang sudah menjual barang terlarang ini secara terang-terangan, sementara pembayaran dilakukan secara transfer. "Saya beli sudah dalam paket siap edar. Saya jual lagi di akun instagram saya," beber AF.<B>(Shn)<P> 
 

Related Post