OKNUM DEBT COLLECTOR TODONGKAN PISTOL

Jumat, 08 September 2017 19:05:35 Hukum
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kompol Danang Kuntadi menunjukkan barang bukti pistol serta tersangka debt collector.

NGAGLIK (MERAPI) - Seorang penagih utang atau Debt Collector (DC), RD (43) warga Turi, Sleman dibekuk aparat Polsek Ngaglik, Sleman lantaran menodongkan pistol mainan kepada orang yang menyewa jasanya. Pelaku marah setelah korban meminta uang hasil penagihan sebesar Rp 40 juta. Diduga uang itu digelapkan pelaku.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sepucuk pistol mainan yang sudah dimodifikasi menyerupai pistol asli. Untuk menakuti korban, pelaku menyertakan beberapa butir peluru asli, meski tidak bisa digunakan. "Pistol itu hanya mainan yang sudah dimodifikasi, namun amunisi yang dibawa tersangka asli berjumlah enam butir," ujar Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi kepada wartawan, Kamis (7/9).
 
Dikatakan, awalnya pada akhir pekan lalu, tersangka RD disuruh korban Rudini (24) warga Turi, Sleman untuk menagih utang pada seseorang sebesar Rp 85 juta. Tersangka pun langsung menagih utang itu. Saat itu dia sukses menagih semua utang korban. Tapi setelah uang itu didapat, tersangka tidak memberikannya semua pada korban.
 
"Uang itu hanya diberikan Rp 40 juta pada korban, kemudian tersangka pergi. Saat itu pelaku mengatakan hanya bisa menagih sebesar itu," jelas Danang. Korban tak percaya begitu saja. Dia lantas menanyakan sisanya pada peminjam uang. Ketika ditanya korban, peminjam uang mengatakan kalau utang yang ditagih sudah dibayar semuanya kepada tersangka.
 
Merasa menjadi korban penipuan, korban lantas mencari keberadaan tersangka. Saat korban melintas di perempatan Kayunan, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, ia melihat tersangka sedang berhenti di pinggir jalan. Tidak mau buruannya lolos, korban langsung mengejar tersangka.
Sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dan korban. Bahkan korban sampai terjatuh sebelum akhirnya tersangka berhasil ditangkap. Korban kemudian menanyakan perihal sisa uang tersebut, namun keduanya justru terjadi cekcok.
 
"Kemudian pelaku mengambil pistol yang ia selipkan di celana sambil mengeluarkan amunisi dari dalam saku. Melihat pistol dan amunisi itu, korban berusaha merebut dan berteriak minta tolong," kata Danang Kuntadi.
 
Beruntung bersamaan dengan kejadian itu, seorang anggota Satlantas Polres Sleman melintas. Petugas pun langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti pistol mainan dan maunisi aslinya. Dia kemudian digelandang ke Polsek Ngaglik untuk dilakukan pemeriksaan.
 
"Dari keterangan pelaku, dia berprofesi sebagai DC sejak enam bulan lalu. Senjata mainan itu digunakan untuk menakut-nakuti, yang didapat dengan mengambil milik temannya," jelas Danang.
 
Meski hanya senjata mainan, kata Danang, namun tersangka memodifikasinya semirip mungkin dengan pistol asli. Yakni ada laras, pematik dan pelatuknya. Tapi pistol itu tidak berfungsi karena bahannya bukan dari besi. Menurut Danang, polisi saat ini tengah mengembangkan kasus itu untuk mencari asal-usul peluru asli milik tersangka.
 
"Pelaku belum mengakui asal-usul peluru tersebut. Kasusnya masih terus kami dalami," katanya. Akibat perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Polsek Ngaglik. Tersangka dijerat dengan Undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata dengan ancaman hukuman maksimal 10 penjara. (Shn)


 

Related Post