MELAHIRKAN SENDIRI DI KOS, MAHASISWI SIMPAN BAYI DI ALMARI

Kamis, 14 September 2017 11:47:48 Hukum
MERAPI-SAMENTO DIHONO
Kompol Heru Muslimin menunjukkan barang bukti tas dan pelaku pembunuhan bayi.

SLEMAN (MERAPI) - Kasus mahasiswi yang melahirkan kemudian membunuh bayi yang baru dilahirkan kembali terjadi di Caturtunggal, Depok, Sleman. Jika sebelumnya terjadi di kawasan Babarsari, kali ini aksi serupa terjadi di Seturan. Pelakunya, IU (18) seorang mahasiswi baru sebuah PTS di Sleman sudah ditangkap polisi dan ditahan, Rabu (13/9). 
 
Wakapolres Sleman Kompol Heru Muslimin kepada wartawan kemarin mengatakan, pelaku nekat membunuh banyinya lantaran malu hamil di luar nikah. Awalnya pada Selasa (5/9), pukul 23.00, pelaku melahirkan sendiri di kamar kosnya di daerah Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Usai melahirkan, bayi langsung dibungkus pakai handuk dan disimpan dalam lemari hingga tewas.
 
"Pelaku menyembunyikan bayi itu karena takut diketahui orang lain. Dia malu kalau melahirkan dan punya anak dengan status sebagai mahasiswi," kata Heru.
 
Kepada polisi, lanjut Heru, tersangka IU mengaku bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan pacarnya sejak masih di tempat tinggalnya di Pati, Jawa Tengah delapan bulan lalu. Meski sudah dalam kondisi hamil, IU kemudian melanjutkan kuliah di Yogya.
 
"Karena perutnya semakin membesar, pelaku mulai takut. Pelaku kemudian sempat berniat menggugurkan kandungannya yang sudah berjalan 8 bulan dengan minum obat yang dibeli secara online," katanya.
 
Heru menjelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari kecurigaan tetanga kos pelaku. Saksi curiga mendengar suara orang mengejan atau <I>ngeden<P> di tengah malam. Kecurigaan tersebut langsung dilaporkan ke penjaga kos. Beberapa saat kemudian, penjaga kos mengecek kamar pelaku dengan mengetuk pintu.
 
Namun pintu tak kunjung dibukakan. Baru setelah diketuk yang ketiga kalinya, pelaku baru membukakan pintu. Saat pintu dibuka, terdapat bercak darah di tangan pelaku. Saat ditanya saksi, pelaku mengaku kalau darah tersebut adalah darah datang bulan, sembari pergi ke jasa laundry.
 
"Karena curiga, penjaga kos kemudian memanggil warga dan pemilik kos. Saat pelaku kembali ke kamarnya dan melihat banyak orang, kemudian ia membuka almari. Pelaku mengambil sesuatu dan disodorkan pada warga yang ternyata mayat bayi," jelasnya.
Warga pun langsung lapor polisi. Dari laporan itu, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kemudian mengamankan ibu kandung bayi dan ditetapkan sebagai tersangka. "Saat dilahirkan, bayi masih dalam keadaan hidup. Tapi baru meninggal beberapa saat setelah disimpan di dalam almari," beber Heru.
 
Kepada wartawan, tersangka IU mengaku nekat menggugurkan bayinya dan menyimpan dalam almari hingga meninggal lantaran malu hamil di luar nikah. "Saya malu kalau hamil diketahui orang lain, makanya saya gugurkan," kata mahasiswi yang baru dua bulan kuliah ini.
 
Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dan 341 KUHP Pasal 1 angka 1 Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Kasus ini jadi yang kedua terjadi di Depok, Sleman dalam dua bulan terakhir. Bulan lalu, seorang mahasiswi yang kos di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman juga ditetapkan sebagai tersangka setelah membunuh bayi yang dilahirkannya. Setelah melahirkan sendiri, pelaku kemudian membuangnya di tempat sampah hingga bayi itu tewas. (Shn)
 

Related Post