PKL Rela Libur demi Bersih-bersih Malioboro

Rabu, 27 September 2017 10:54:45 Yogyakarta
Para PKL libur jualan untuk membersihkan trotoar lorong di sisi barat Jalan Malioboro.



DANUREJAN (MERAPI)-Sejumlah komunitas di kawasan Malioboro seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), pelaku wisata dan jajaran terkait dari Pemkot Yogyakarta bersama-sama membersihkan kawasan Malioboro, Yogya, Selasa (26/9). Para PKL dan komunitas yang sehari-hari beraktivitas di sepanjang Malioboro ini rela libur sehari tak berjualan untuk Reresik Malioboro. Kegiatan ini direncanakan bakal digelar rutin tiap Selasa Wage.
“Kehilangan pendapatan sehari tidak apa-apa untuk bersih-bersih karena kegiatan ini juga bagus untuk Malioboro,” kata Sutarjo salah seorang PKL di sisi barat Jalan Malioboro di sela bersih-bersih.
Selama 35 tahun berjualan di kawasan Malioboro, dia mengakui tidak ada hari libur. Oleh sebab itu para komunitas di Malioboro sepakat mendukung kegiatan Selasa Wage untuk Reresik Malioboro diadakan rutin 35 hari sekali. Pemilihan hari Selasa Wage dinilainya cukup tepat karena saat itu wisatawan di Malioboro tidak sebanyak saat akhir pekan.
“Biasanya buka terus. Nggak pernah libur. Jadi selain bersih-bersih, pedagang juga bisa libur istiarahat,” ujar Sutarjo yang berjualan baju motif batik itu.
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Paguyuban Pelukis, Perajin dan PKL Malioboro-Ahmad Yani (Pemalni), Pujono. Pihaknya berharap pertokoan di kawasan Malioboro juga bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Harapannya semua terlibat. Termasuk toko-toko yang ada,” imbuh Pujono.
Kawasan Malioboro kemarin terlihat bersih, meskipun di titik-titik tertentu seperti pada lubang tempat pohon ditanam masih ada sampah. Suasana Malioboro juga terlihat lebih luas karena lorong-lorong pedestrian di depan toko tidak ada PKL. Para wisatawan bisa berjalan.
Dalam kegiatan Reresik Malioboro itu, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti turun langsung membersihkan dengan mobil penyapu sampah didampingi petugas. Dia mengoperasikan sendiri mobil penyapu sapu sampah itu di sebagian ruas Jalan Malioboro. Haryadi menegaskan program itu tidak untuk mengosongkan PKL dari Malioboro. Tapi mendorong kultur para PKL dan komunitas menjaga kebersihan Malioboro, sehingga masyarakat bisa menikmati Malioboro dengan nyaman.
“Kami mengapresiasi kepada para pedagang yang telah mengikhlaskan tidak berdagang pada Selasa Wage. Ini baru awal. Harapan kami nanti rutin setiap Selasa Wage. Saat itu kami juga punya ruang untuk membersihkan dan memperbaiki sarana di Malioboro,” terang Haryadi.
Pihaknya juga meminta pemilik toko di sepanjang Malioboro untuk terlibat, misalnya mengecat bangunan toko karena pada Selasa Wage akan lebih terlihat. Apalagi bangunan-bangunan toko di kawasan Malioboro adalan bangunan lama dan unik.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menambahkan, sampah tetap akan menjadi masalah jika masyaraka tidak disiplin. Baik pedagang maupun pengunjung Malioboro. Oleh karena itu diterapkan tindakan keras bagi pelaku yang tidak bisa menjaga kebersihan Malioboro tujuannya agar disiplin.
Menurut Sultan HB X, adanya kegiatan Selasa Wage bersih-bersih Malioboro dan PKL libur bisa menjadi kekuatan baru dalam promosi wisata. Misalnya menjadikan pedestrian sebagai ruang ekspresi dan pamer para seniman. Hal itu juga serupa dengan konsep semi pedestrian yang akan diterapkan di Malioboro.
“Harapannya pedestrian bisa difungsikan. Misalnya Selasa Wage November ada festival patung dari para seniman dipasang di Malioboro kan bisa. Ini bisa menjadi kekuatan baru untuk dipromosikan. Jadi kekuatan, orang untuk datang karena ingin menikmati kawasan Malioboro,” papar Sultan HB X saat meninjau kawasan Malioboro kemarin siang.
Namun dia menegaskaan hal itu tidak akan menghilangkan PKL dari Malioboro. Pasalnya PKL dinilainya juga sebagai kekuatan pariwisata bagi golongan menengah ke bawah untuk bertransaksi di Malioboro. PKL akan ditata agar kotak lapak-lapak tempat menyimpan pedagang tidak terlihat Malioboro. PKL di depan Pasar Sore dan sisi barat juga akan dipindahkan ke bekas Bioskop Indra.
“Kita baru cari jalan keluar. Jadi kalau berjualan tidak perlu bawah stok dimasukan dalam kotak. Jadi ada tempat di mana bisa menyimpan stok barang yang tidak jauh dari lokasi berjualan,” tuturnya.(Tri)
 
MERAPI-TRI DARMIYATI
Para PKL libur jualan untuk membersihkan trotoar lorong di sisi barat Jalan Malioboro.
 

Related Post