Keluar dari Bui, Pengedar Sabu Dodolan Pil Koplo

Rabu, 27 September 2017 10:57:43 Hukum
Petugas menggelandang tersangka AP untuk diperiksa di Mapolres Kulonprogo.



PENGASIH (MERAPI) -Baru saja keluar dari penjara, seorang residivis kasus kepemilikan sabu-sabu, AP (25) warga Sanden, Bantul kembali mendekam di jeruji besi setelah ditangkap petugas Satres Narkoba Polres Kulonprogo akhir pekan lalu. AP ditangkap saat sedang bertransaksi pil koplo daftar G tanpa izin edar yakni jenis Yarindo, dengan pelanggannya di wilayah Sanden.
Hasil penyidikan menyebutkan, pol koplo jenis Yarindo telah diedarkan tersangka di wilayah Bantul dan Kulonprogo.
Wakapolres Kulonprogo, Kompol Dedi Surya Darma mengungkapkan, AP tertangkap basah tengah bertransaksi dengan seorang pelanggannya di wilayah Sanden, Bantul.
"Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 14 butir pil Yarindo, satu HP dan motor milik pelaku," kata Kompol Dedi dalam jumpa pers di Mapolres Kulonprogo, Selasa (26/9).
Diungkapkannya, AP merupakan residivis yang pernah mendekam di sel tahanan selama 20 bulan. Ia terjerat kasus kepemilikan sabu-sabu di wilayah Bantul. Sedangkan pil Yarindo yang diedarkannya sebelum tertangkap saat ini, dijual dengan harga Rp 3.000 per butir.
Kepada wartawan, AP mengaku tergiur keuntungan lebih saat mengedarkan pil Yarindo. Terlebih, pil ini harganya cukup murah.
"Saya beli secara online dari Jakarta. Sekali order bisa sampai 5 boks kemudian diecer ke teman-teman," katanya.
Akibat perbuatannya, AP dijerat Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya yakni penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (Unt)

MERAPI-AMIN KUNTARI
Petugas menggelandang tersangka AP untuk diperiksa di Mapolres Kulonprogo.

Related Post