Kali Opak Tercemar Limbah, Ribuan Ekor Ikan Mati

Rabu, 27 September 2017 20:37:20 Bantul
Warga mengambil ikan jenis bader berukuran besar yang mati mendadak di Sungai Opak



PIYUNGAN (MERAPI)-Warga Dusun Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul dan sekitarnya panen ikan Rabu (27/9) pagi. Namun kali ini bukan ikan dari kolam budidaya, karena ratusan warga ini dengan mudahnya mengambil ikan mati di sepanjang Sungai Opak. Kemarin pagi, aliran sungai di sekitar Jembatan Ngablak itu dibanjiri ikan mengambang yang mati akibat keracunan limbah. Sontak warga beramai-ramai meraih ikan yang terbawa arus sungai.


Warga setempat, Setro mengungkapkan, sejak Rabu dini hari warga sudah mendapati ikan berbagai ukuran itu mengambang di tepian sungai. Dengan karung, ember dan plastik kresek, warga mengumpulkan ikan. Bahkan warga bisa membawa pulang hingga lima kilogram ikan. Setro menyebut baru kali ini ikan-ikan tersebut mati keracunan. Meski tidak mengetahui sebab pastinya, namun dirinya menduga ikan-ikan ini mati akibat pencemaran sungai karena limbah dari pabrik dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. “Selama ini limbahnya biasanya sedikit, jadi ikan tidak mati. Tapi yang ini limbahnya banyak yang masuk sungai,” sebutnya kepada Merapi, Rabu (27/9).


Dia mengatakan, limbah diduga berasal dari saluran air sungai kecil yang melewati Dusun Ngablak dan berhilir ke Sungai Opak. Aliran sungai kecil tersebut dalam beberapa hari terakhir dibendung selama perbaikan jembatan. Akibat dibendung tersebut, aliran yang mengandung limbah itu terkumpul menjadi genangan. Kemudian pada Selasa (26/9) malam, bendungan itu dibongkar karena pengerjaan jembatan hampir selesai dilakukan. Akibatnya air bercampur limbah itu masuk ke Sungai Opak secara besar-besaran. “Malam Rabu kan hujan, jadi dibuka bendungannya karena hampir selesai dikerjakan dan takut air meluap ke perkampungan,” terang Setro yang merupakan penambang pasir tradisional di aliran Sungai Opak tersebut.


Setro menambahkan, selama ini aliran sungai kecil ini digunakan untuk mengalirkan limbah rumah tangga dan juga limbah dari pabrik kulit. Selain itu seringkali aliran limbah dari TPST juga masuk mengalir melalui sungai kecil tersebut. Namun begitu, pria 45 tahun ini mengatakan selama ini aliran limbah itu tidak pernah membuat ikan-ikan di Sungai Opak mati. Hal ini diduga karena volume aliran limbah tidak begiu banyak. Dalam kejadian kemarin, air sungai yang tercampur limbah tersebut dibendung dan dialirkan tiba-tiba, hingga membuat air sungai tercemar. Bahkan dari pantauan  Hingga Rabu (27/9) siang, air sungai masih berwarna kecoklatan. “Ikan sapu-sapu yang biasanya tahan limbah saja banyak yang mati. Kalau warga kebanyakan ambil ikan bader, ukuran besar yang kecil-kecil dibiarkan hanyut,” imbuh Setro.


Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Indriyanto yang dikonfirmasi Rabu (27/9) sore mengatakan belum mendapatkan laporan tercemarnya sungai opak tersebut. Namun begitu pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kejadian ini. Pengecekan itu dilakukan untuk mengetahui penyebab matinya ikan-ikan di Sungai Opak. Setelah hasil pemeriksaan jelas, maka menurutnya DLH akan mengambil langkah selanjutnya termasuk antisipasi agar tidak kembali terulang. “Besok (hari ini) akan kita cek ke lokasi,” tegasnya singkat. (C-1)

 
Warga mengambil ikan jenis bader berukuran besar yang mati mendadak di Sungai Opak. (MERAPI-RIZA MARZUKI)  

Related Post