TIMBULKAN BAU DAN CEMARI LINGKUNGAN, Warga Kuden Tolak Kandang Ayam

BABESATRIA Senin, 02 Oktober 2017 20:13:00 Hukum

 

BANTUL (MERAPI) - Warga Kuden Sitimulyo Piyungan Bantul kembali menolak berdirinya kandang ayam di kampungnya. Penolakan kandang ayam dilakukan dengan memasang spanduk di beberapa titik strategis di perkampungan. Pasalnya, hingga saat ini keberadaan kandang ayam belum memiliki izin.


“Saat ini warga resah karena pemilik kandang ayam Dra Is Andariyah ingin mendirikan kandang ayam lagi. Hal itu kami ketahui dari laporan Ketua RT 03 kalau pihak pemilik kandang ayam datang untuk meminta syarat mengajukan izin,” ujar salah seorang warga Kuden, Sri Hartini kepada wartawan, Senin (2/10).
Disebutkan, sebelum memasang spanduk penolakan, warga mendengar pemilik kandang Is Andariyah mendatangi sejumlah orang seperti ketua RT 03 untuk mengurus perizinan memelihara ayam di wilayah tersebut. Padahal sejak dulu warga menolak kandang di perkampungan karena mencemari lingkungan.
 

Bahkan sebelumnya, pemilik kandang ayam telah dilaporkan ke Satpol PP Bantul dan diajukan dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) di PN Bantul. Dalam persidangan pemilik kandang ayam divonis bersalah karena memiliki usaha kandang ayam tanpa melengkapi izin HO atau izin gangguan sehingga dijatuhi hukuman denda Rp 25 juta.
 

Dengan adanya putusan tersebut, hakim meminta agar pemilik kandang ayam tak membuka usahanya sebelum memiliki izin yang dibutuhkan. Tetapi belakangan ini warga resah dengan adanya upaya pemilik kandang ayam hendak mengurus perizinan. “Kami menolak kandang ayam selain karena mengakibatkan pencemaran karena bau tak enak dan suara kokok ayam yang bikin bising telinga,” tegas Sri Hartini.
 

Sementara kuasa hukum warga Kuden dari LKBH Permahi, Davit Airlanto SH meminta warga untuk menjaga diri atas informasi adanya pendirian kandang ayam. Untuk itu pihaknya akan mencari informasi apakah pemilik kandang telah mengantongi izin atau belum dengan rencana pendirian kandang ayam. Sejak awal warga menolak kandang ayam karena selain pemilik ayam tak peduli dengan lingkungan, usaha peternakan itu menimbulkan bau busuk dan menimbulkan penyakit.

Sedang Erlan Nopri SH, penasihat hukum Dra Is Andariyah selaku pemilik kandang ayam memilih untuk diam atas gejolak yang terjadi di masyarakat. Untuk itu pihaknya tak menanggapi adanya pemasangan spanduk maupun penolakan kandang ayam. (C-5)

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Warga Kuden memasang spanduk menolak kandang ayam di kampungnya.

Related Post