Lokasi Relokasi PKL Abu Bakar Ali Belum Ditetapkan

Senin, 02 Oktober 2017 20:29:57 Yogyakarta

MERAPI-TRI DARMIYATI

Kawasan belakang gereja di Jalan Ahmad Jazuli menjadi alternatif relokasi PKL ABA.
 
GONDOKUSUMAN (MERAPI) - Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Abu Bakar Ali Yogyakarta belum direalisasikan. Pasalnya, sampai batas waktu pengosongan PKL yang mangkal di trotoar, lokasi relokasi bagi pedagang belum ditetapkan. 
“Kami baru koordinasi dengan beberapa instansi terkait. Sementara pandangan kami masih di belakang gereja dan selatan Masjid Syuhada,” kata Camat Gondokusuman, Jalaludin, Senin (2/10).

Menurutnya, lokasi di belakang gereja yakni Jalan Ahmad Jazuli dan jalan di selatan Masjid Syuhada adalah lokasi yang paling memungkinkan untuk ditempati para PKL. Lokasi tersebut juga tidak jauh dari Jalan Abu Bakar Ali (ABA) dan lalu lintas tidak terlalu padat. Namun jika hasil koordinasi dengan berbagai pihak terkait di Pemkot Yogyakarta ada lokasi lain yang memungkinkan, dapat menjadi alternatif untuk dipertimbangkan. “Tidak menutup kemungkinkan lokasi-lokasi lain,” imbuhnya.

Terhadap PKL yang masih beraktivitas di Jalan Abu Bakar Ali sampai kemarin, dia menyatakan kewenangan penertiban ada di Satpol PP Kota Yogyakarta. Tenggat waktu perintah untuk mengosongan trotoar di Jalan Abu Bakar Ali pada 30 September 2017. Penanganan PKL tidak dilakukan secara represif. “Pendekatan kami dengan komunikasi dan pembinaan. Perizinan lokasi PKL memang di kecamatan tapi penertiban bukan di kami,” tambah Jalaludin.

Pihaknya juga belum dapat memastikan terkait keberadaan PKL di Jalan Abu Bakar Ali sisi timur yang dipertanyakan PKL sisi barat karena tidak diminta pindah. Dia mengatakan hal itu juga akan menjadi kajian dan dikoordinasikan dengan Pemkot.

Koordinator Komite Perjuangan PKL Anti Penggusuran PKL Abu Bakar Ali, Agung Wibowo Budiono mengatakan, sampai kemarin belum ada komunikasi dari Pemkot Yogyakarta maupun dari Kecamatan Gondokusuman soal tawaran lokasi relokasi PKL. Pedagang tetap akan berjualan, walaupun diakuinya ada rasa khawatir jika ada penertiban.

Dia menilai, rencana lokasi relokasi pedagang ke jalan di belakang gereja kurang tepat karena sepi jarang dilintasi atau jalur mati. Dia menuturkan ada usulan dari pedagang lokasi relokasi di tepi jalan dekat lapangan SMAN 3 Yogyakarta karena bukan jalur mati. “Tapi kami juga mempertanyakan kenapa PKL yang di sisi timur tidak sekalian dipindah,” tegasnya.

Sampai kini ada 16 PKL di sisi barat yang bakal terdampak penataan. Namun hanya 2 PKL yang masih mengantongi izin karena pedagang yang lain tidak bisa lagi memperpanjang izin di kecamatan. (Tri)
 
 

Related Post