Pengurus BPD Tuksono Sentolo Kompak Mundur

Selasa, 03 Oktober 2017 20:27:08 Kulon Progo

MERAPI-AMIN KUNTARI

Zainuri dan Nurwanto memberikan keterangan kepada wartawan.

SENTOLO (MERAPI) - Seluruh pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, kompak mengundurkan diri. Sebelas pengurus ini menyatakan mundur dengan alasan tidak lagi mampu mengemban tugas BPD.
 
Pengunduran diri seluruh pengurus BPD Tuksono disampaikan melalui surat permohonan kepada Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Senin (2/10). Surat tersebut juga ditembuskan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluraga Berencana (DPMD PPKB) Kulonprogo, Kecamatan Sentolo dan Desa Tuksono.
 
Ketua BPD Tuksono, Zainuri menyampaikan, sebelum memutuskan mundur, pihaknya telah mengadakan pertemuan internal pada 29 September lalu. Alasannya, seluruh pengurus BPD Tuksono merasa tak lagi mampu menjalankan tiga fungsi pokok BPD yakni mitra kerja pemerintah desa, komisi pengawasan serta pengawal aspirasi rakyat. Meski demikian, Zainuri enggan menjelaskan lebih lanjut terkait persoalan pengunduran diri seluruh pengurus BPD Tuksono.
 
"Kami sudah menyampaikan surat permohonan pengunduran diri kepada bupati karena yang melantik kami adalah bupati," jelasnya, Selasa (3/10). 
 
Sembari menunggu jawaban bupati, pengurus BPD Tuksono masih akan melaksanakan tugas seperti biasa. Pengunduran diri ini, menurut Zainuri, juga merupakan wujud pertanggungjawaban pihaknya kepada Pemkab dan masyarakat.
 
Anggota BPD Tuksono, Nurwanto berharap, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo segera menindaklanjuti surat yang dilayangkan pihaknya. Ia bahkan menegaskan, pihaknya siap dipanggil sewaktu-waktu oleh bupati.
 
"Kami berharap permohonan kami disetujui dan masalahnya segera selesai," katanya.
 
Dihubungi terpisah, Camat Sentolo, Widodo, mengaku kaget saat menerima surat tembusan permohanan pengunduran diri seluruh pengurus BPD Tuksono. Ia juga sempat berupaya menggali informasi terkait alasan pasti pengunduran diri tersebut.
 
"Dari keterangan perwakilan pengurus BPD Tuksono yang datang ke sini, alasan pengunduran diri tersebut lantaran adanya miss komunikasi antara pihak BPD dengan Pemerintah Desa Tuksono. Saya tidak bisa menyampaikan secara rinci, yang jelas itu tertulis dalam surat tembusan," jelasnya.
 
Widodo juga mengaku sempat berkomunikasi dengan Kepala Desa Tuksono, Panut, dengan harapan agar pemerintah desa mau menginstrospeksi penyebab pengunduran diri seluruh pengurus BPD. Ia juga berharap ada upaya rekonsiliasi antara pemerintah desa dan pihak BPD.
 
"Kami minta agar kades mencari tahu, apa yang membuat BPD kecewa. Sebab kalau BPD mundur semuanya, dampaknya pasti kurang bagus," paparnya. (Unt)

Related Post