JELANG BWF WORLD JUNIOR CHAMPIONSHIP Tujuh Negara Ikut Training Camp di Magelang

Selasa, 03 Oktober 2017 20:33:48 Olah Raga

 MAGELANG (MERAPI) - Turnamen bulutangkis junior bertajuk Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017 akan digelar di GOR Among Raga Yogya pada 9 hingga 22 Oktober mendatang. Turnamen ini memperebutkan Piala Sudirman di nomor beregu, dan Piala Eye Level di nomor perorangan.

Sebelum mengikuti turnamen, peserta dari tujuh negara mengikuti training camp di Magelang pada 24 September lalu hingga 5 Oktober mendatang. Peserta berasal dari Brasil, Armenia, Georgia, Selandia Baru, Australia, Bulgaria dan Timor Leste. Setelah menjalani latihan di pekan pertama, para peserta menggelar turnamen mini pada 3 hingga 5 Oktober mendatang.
Dalam training camp, mereka menjalani latihan teknik pada sesi pagi, dan latihan fisik pada sesi sore hari. Pengenalan latihan fisik ini langsung dipimpin oleh Basri Yusuf, salah satu pelatih PB Djarum. Sebelum ke lapangan, Basri memberikan teori singkat mengenai menu latihan fisik kepada para pelatih dan official peserta Training Camp.
Menu latihan fisik yang direkomendasikan adalah beep test, court agility (kelincahan di lapangan), push up, sit up, double jump rope, dan vertical jump. "Enam latihan fisik ini semuanya ada kaitan erat dengan bulutangkis. Seperti beep test, itu menghitung VO2Max, kebugaran atlet. Dimana kebugaran ini memang diperlukan sekali untuk bisa mencapai prestasi yang maksimal di satu turnamen," ujar Basri.
Hal ini pun mendapat sambutan dari para peserta. Seperti halnya yang diutarakan oleh Ilyan Stoynov, peserta asal Bulgaria. "Sebenarnya kami juga melakukan latihan yang sama dengan yang dilakukan di sini. Latihan fisik kami melakukan yang sama seperti beep test, dan agility court. Tetapi yang baru kami ketahui adalah bagaimana hasil dari keenam latihan ini menjadi sebuah ukuran kemampuan kami di akhir latihan," ujar Ilyan.
Lebih jauh, Basri pun berharap program training camp yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini bisa rutin digelar untuk bisa lebih memajukan bulutangkis di negara-negara lain. "Negara yang bukan negara dengan kekuatan bulutangkis seperti Brasil, Armenia, Timor Leste, mereka sangat perlu latihan teknik bulutangkis ini seperti apa. Dan saya memiliki gagasan bagaimana kalau training camp ini rutin diadakan setiap tahun, agar bulutangkis bisa semakin berkembang," tambah Basri. 
Tak hanya berlatih bulutangkis, peserta <I>training camp<P> juga diajak untuk lebih mengenal budaya Indonesia. Hal inipun merupakan bagian dari tujuan edukasi di gelarnya rangkaian acara Training Camp ini.
Pada Kamis (28/9) lalu, peserta diajak untuk mengunjungi Candi Borobudur. Candi yang terdiri dari 10 tingkat, dan berukuran 123 x 123 meter ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Salah satunya bagi Hristomira Popovska. Peserta training camp asal Bulgaria ini menuturkan kekagumannya saat mengunjungi Candi Borobudur.
"Ini pertama kalinya saya datang ke Indonesia. Saya senang dengan suasana di sini, meskipun memang latihannya lebih berat dibanding saya biasa berlatih, tetapi selain itu ada kesempatan untuk bisa melihat candi dan mengunjunginya membuat saya sangat kagum. Ini pengalaman pertama bagi saya melihat candi yang begitu cantik," ujarnya. (Nef)

Related Post