Sambungan Listrik Lahan Bandara NYIA Segera Diputus

Rabu, 04 Oktober 2017 21:02:16 Kulon Progo
MERAPI-AMIN KUNTARI
PT Angkasa Pura I bersama Kapolres Kulonprogo memberikan keterangan pers terkait perkembangan pembangunan bandara NYIA.
 
TEMON (MERAPI) - PT Angkasa Pura I kembali menegaskan tak akan menunda-nunda proyek pembangunan bandara NYIA di Kecamatan Temon Kulonprogo. Karena itulah, warga terdampak di wilayah setempat terus diingatkan untuk segera pindah agar tidak perlu dilakukan upaya penggusuran. Sambungan listrik di rumah warga pun segera diputus.
 
Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara NYIA dari PT Angkasa Pura I, Sudjiastono menegaskan, tahapan <I>land clearing<P> atau pembersihan lahan di kawasan pembangunan bandara NYIA telah mencapai sekitar 42,5 persen atau sudah menjangkau lahan seluas 250 hektare pada Senin (2/10) kemarin. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 337 hektare lahan yang belum digarap. 
 
"Tidak ada pikiran untuk menunda. Pembersihan lahan juga kita lakukan percepatan," tegasnya kepada wartawan, Rabu (4/10).
 
Sujiastono menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam menjalankan percepatan pembangunan bandara NYIA. Pengadaan tanah ditargetkan tuntas pada Oktober ini, termasuk penyampaian ganti rugi melalui konsinyasi di PN Wates. Kemudian pengosohan lahannya, diharapkan selesai maksimal pada November.
 
PT Angkasa Pura I bahkan telah berkoordinasi dengan PLN untuk memutus sambungan listrik di kawasan pemukiman warga terdampak bandara pada 25 Oktober mendatang. Ini akan menjadi peringatan terakhir jika masih ada warga yang bertahan di lokasi pembangunan bandara. Tindakan lebih tegas berupa penggusuran juga mungkin ditempuh. 
 
"Kami berharap bisa berjalan baik tanpa merugikan pihak mana pun. Pada dasarnya, kalau alat berat sampai rumah warga, tetap kita robohkan," imbuhnya.
 
Untuk itulah, Sujiastono kembali meminta agar warga terdampak segera keluar dari kawasan pembangunan NYIA, termasuk yang mengikuti program relokasi mandiri mau pun magersari. PT Angkasa Pura I memberikan toleransi hingga 25 Oktober 2017, juga untuk pemindahan makam oleh pihak ahli waris. "Kami minta dipindah mandiri. Kalau tidak, akan kami pindahkan dengan cara kami," ujarnya.
 
Menanggapi hal itu, Kapolres Kulonprogo, AKPB Irfan Rifai mengatakan, pembangunan bandara NYIA merupakan program nasional sehingga pihaknya menyatakan siap mendukung. Sistem pengamanan terhadap kawasan pembangunan NYIA akan diperkuat sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. "Sementara ini belum dibutuhkan tambahan pengamanan karena resistensinya masih kecil," katanya.
 
Auditor Madya Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY, Ibnu Sejati berharap, pembangunan NYIA tidak sampai merambah ke penyimpangan. Artinya, setelah proyek ini selesai, tidak ada pihak yang dipanggil kejaksaan atau kepolisian. (Unt)

 

Related Post