DIY Bentuk Satgas Pemberantasan Penyalahgunaan Obat

Rabu, 04 Oktober 2017 21:03:34 Yogyakarta
MERAPI-TRI DARMIYATI 
Penandatanganan komitmen bersama pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat oleh lintas sektor di DIY.

DANUREJAN (MERAPI) - Satuan tugas pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat bakal dibentuk di DIY. Pembentukan satgas yang melibatkan lintas sektor di DIY itu untuk menekan tren penyalahgunaan obat di masyarakat dan obat ilegal.
 
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, penyalahgunaan obat di Indonesia semakin menjadi tren di kalangan remaja dan usia produktif karena efeknya menyerupai narkoba. Sebagian besar obat itu adalah golongan obat keras seperti karisoprodol, tramadol, haloperidol dan triheksifenidil. Terakhir kasus penyalahgunaan obat paracetamol carisoprodol dan cafein (PCC).
 
“Melihat kondisi penyalahgunaan obat yang trennya semakin meningkat dan mencapai kondisi mengkhawatirkan maka diinisasi aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat lintas sektor,” kata Ary dalam penggalangan komitmen aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Kantor Pemda DIY, Kepatihan, Rabu (4/10).
 
Penggalangan komitmen itu melibatkan BBPOM, Dinas Kesehatan, Polda, Badan Narkotika Nasional dan Kejaksaan DIY. Dia menyampaikan pembentukan satgas kini masih dalam proses pembahasan draf terkait keanggotan dan ketugasan lintas sektor akan disinergikan. Nantinya akan dibuat kelompok kerja pencegahan dan penindakan. “Kami harapkan ini bisa ditetapkan dengan SK gubernur. Harapannya tidak sampai akhir tahun, satgas pemberantasan sudah terbentuk,” ujarnya.
 
Pascakasus penyalahgunaan PCC di Kendari, BBPOM Yogyakarta bersama kepolisian telah melakukan pengawasan pada distribusi obat jalur resmi. “Hasilnya tidak ditemukan obat PCC di Yogyakarta,” imbuh Ary.
 
Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Triwarno Atmojo mengutarakan, selama ini BNNP DIY paling banyak menangani penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dan esktasi dengan berat 2-10 gram. Dari Januari–September, lanjutnya sudah ada sekitar 9 kasus penyalahggunaan narkoba yang ditangani BNNP DIY. 
 
“Kasus narkoba di DIY paling banyak dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Mulai dari coba-coba sampai ketergantungan. Prevalensinya di DIY tertinggi di Indonesia. Kami ada program serupa seperti program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba, itu akan disinkronkan,” tambahnya. (Tri)

 

Related Post