WACANA PENGHAPUSAN BULUTANGKIS BERLANJUT BWF Latih Atlet Negara Dunia Ketiga

Kamis, 05 Oktober 2017 19:39:07 Olah Raga
MERAPI-SWADESTA ARIA WASESA Para pemain pelatihan mendapat penghargaan dari Christian Hadinata usai simulasi pertandingan.

 MAGELANG (MERAPI) - Wacana bakal dihapusnya cabor bulutangkis dari Olimpiade masih santer terdengar. Banyak negara Eropa dan Amerika yang sepakat dengan penghapusan ini lantaran cabor ini hanya dikuasai negara-negara di Benua Asia saja. 

Pihak Badminton World Federation (BWF) pun tak tinggal diam. Mereka bersama PB Djarum menggelar pelatihan untuk atlet negara dunia ketiga olahraga bulutangkis di Magelang 23 September 2017 hingga 5 Oktober 2017.

Adapun pelatihan diikiti 35 atlet dari tujuh negara, yaitu Bulgaria, Armenia, Selandia Baru, Brasil, Timor Timur, Georgia, dan Australia. Mereka dilatih teknik dan fisik permainan bulutangkis bersama dua legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata dan Yuni Kartika. Kamis (5/10) kemarin pelatihan berakhir dengan digelarnya mini turnamen antarpeserta pelatihan bulutangkis di GOR Djarum Magelang.

"Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa banyak negara di Eropa dan Amerika yang mau menghapuskan bulutangkis dari olimpiade karena yang menguasai ya negara Asia. Pelatihan ini merupakan langkah agar kami bisa sedikit menahan wacana itu, agar negara-negara di dunia ketiga dalam hal bulutangkis juga bisa bicara banyak di sejumlah turnamen," beber Cristian Hadinata di depan wartawan saat jumpa pers.

Tujuan kedua digelarnya pelatihan ini juga dalam rangka mempersiapkan para atlet Eropa menuju Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior yang bakal berlangsung di Yogyakarta mulai 9 Oktober 2017 mendatang. 

Yuni Kartika, peraih Piala Uber 1994 yang juga mewakili BWF Indonesia membeberkan para atlet negara dunia ketiga ini bahkan sudah menjalani simulasi atmosfer kejuaraan saat pelatihan.

"Tentunya kejuaraan nanti bakal diisi atlet yang setara. Mereka ternyata sama baiknya dengan atlet-atlet Eropa yang sudah lebih dulu mengenal bulutangkis seperti Inggris dan Denmark. Mereka hanya belum tahu bagaimana merespons bulutangkis secara serius lewat program teknik dan fisik. Negara Bulgaria misalnya minta ada pelatih Indonesia yang bersedia melatih di sana selama satu sampai dua tahun," sambung Yuni Kartika. (Des)

Related Post