TERKAIT TEWASNYA 2 KORBAN TAWURAN, Puluhan Pesilat Aksi Simpatik

BABESATRIA Jumat, 06 Oktober 2017 19:43:04 Hukum






SOLO (MERAPI) - Peristiwa tewasnya dua pesilat korban tawuran antara suporter Persebaya Bonekmania dengan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Bundaran Margomulyo-Tandes, Surabaya, Sabtu (30/9) malam diperingati di Solo dengan  digelar aksi simpatik di lokasi patung Bung Karno yang terletak di Plaza Manahan, Jumat (6/10) .
Aksi simpatik dengan ritual <I>happening art<P> digelar di depan patung Bung Karno dengan semangat agar kasus itu diserahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Awalnya para pesilat melakukan long march  dari Pusdiklat Manahan melewati Jalan KS Tubun timur Polresta Solo dan finish di Plaza Manahan Jalan Adi Sucipto, Solo. Para pesilat memakai baju kebesaran pendekar PSHT hitam-hitam dan membawa berbagai poster ajakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.


Humas PSHT Cabang Solo, Suharno mengatakan, aksi simpatik dilakukan untuk mengendapkan emosi para pendekar PSHT serta menyerahkan proses hukum kasus meninggalnya dua anggota PSHT Surabaya.
Puluhan pendekar itu mengusung  poster bertuliskan "Pendekar : Berdamai Bukan Tawuran", "Prestasi Yes, Tawuran No", "Pesilat Indonesia Cinta Persatuan dan Kesatuan NKRI". Mereka juga meneriakkan yel-yel "Prestasi Yes, Narkoba No".
 

Selain itu peserta aksi menggelar happening art. Diilustrasikan sejumlah aksi  tawuran  kerap terjadi baik di kawasan Solo Raya maupun di luar Solo Raya. Para pendekar (sebutan bagi pesilat PSHT yang telah lulus ujian pendekar) mendatangi kelompok yang bertikai untuk melerai dan mendamaikan.
 

"Aksi teatrikal ini memiliki pesan bahwa seorang pendekar PSHT bukan ikut-ikutan berkelahi melainkan harus bertindak sebagai juru damai," jelas Suharno.
 

Sementara  mantan anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) 4/IV Surakarta , Kopral Partika Subagyo Lelono yang dikenal sebagai pegiat sosial dan sesepuh bagi lembaga bela diri mengatakan  agar warga PSHT selalu menjunjung tinggi hukum dan tidak ikut-ikutan aksi tawuran.
 

"Serahkan kasus yang berdampak hukum kepada pihak berwajib, tirulah Bung Karno yang menjunjung tinggi persatuan kesatuan. Jangan tersulut dengan aksi provokasi terkait kasus yang mengakibatkan dua warga PSHT meninggal dunia," pesan Kopral Bagyo. (Hau)


Merapi-Andjar HW

Puluhan pesilat PSHT aksi simpatik di depan Patung Bung Karno.

 

Related Post