UNTUK KEPERLUAN OTOPSI, Makam Korban Penganiayaan Dibongkar

BABESATRIA Selasa, 10 Oktober 2017 20:03:34 Hukum





SUKOHARJO (MERAPI)- Makam Andi Aprilian (22) warga Dukuh Bacem RT 5 RW 5, Desa Grogol, Kecamatan Grogol di tempat pemakaman umum (TPU) Bacem dibongkar petugas Polres Sukoharjo, Selasa (10/10). Pembongkaran dilakukan untuk pemeriksaan terhadap jenazah korban penganiayaan.


Kapolsek Grogol AKP Dani Herlambang, mengatakan, makam almarhum Andi Aprilian dibongkar dengan melibatkan petugas gabungan, keluarga korban dan disaksikan pihak desa dan masyarakat setempat. Petugas memerlukan pemeriksaan lanjutan terhadap jenazah korban untuk diperiksa tim dokter.
 

“Jadi pembongkaran makam ini perlu sebagai bagian dari pemeriksaan untuk otopsi. Sebab almarhum Andi Aprilian ini merupakan korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh enam orang temannya satu komunitas,” ujar AKP Dani Herlambang.
 

Kronologi penganiayaan dijelaskan AKP Dani Herlambang bermula pada Minggu (1/10) sekitar pukul 20.30. Korban menjual sebuah handphone kepada CM alias Jhon (25) warga Serengan, Solo teman satu komunitasnya. Handphone tersebut diduga merupakan barang hasil curian.
 

Jhon kemudian menggunakan handphone tersebut dan selang tidak lama ada telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pemilik. Hal tersebut membuat Jhon emosi dan langsung mencari korban almarhum Andi Aprilian.
Bersama dengan lima temannya Jhon kemudian mengajak korban Andi Aprilian dan melakukan penganiayaan. Lokasi penganiayaan pertama di depan TK Pratama Desa Langenharjo Kecamatan Grogol. Saat melakukan penganiayaan tersebut diketahui oleh warga.

Jhon bersama temannya kemudian membawa korban ke sebuah tempat kos di Dukuh Gatak, Desa Madegondo, Kecamatan Grogol untuk melakukan penganiayaan lagi.
“Ada enam pelaku sudah kami tangkap yakni Jhon, AY (19) warga Grogol, SE (22) warga Madegondo, Grogol, AP (19) warga Madegondo, Grogol, AD (19) warga Jetak, Sragen, dan  ES (21) warga Serengan, Solo. Mereka sudah kami tahan,” lanjutnya.
 

Korban setelah dianiaya di dua tempat oleh enam orang pelaku kemudian dijemput keluarganya untuk dibawa pulang pada Minggu (1/10) sekitar pukul 23.30. Korban mengalami luka cukup serius di sejumlah bagian tubuhnya.
“Keluarga korban kemudian mendapati korban meninggal dunia pada Senin (2/10) sekitar pukul 05.30. Selanjutnya pada sore harinya dimakamkan dan malamnya keluarga lapor ke Polsek Grogol,” lanjutnya.
 

Usai mendapat laporan keluarga, Polsek Grogol kemudian langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap para pelaku. Di hadapan petugas enam orang pelaku mengakui perbuatannya telah menganiaya korban. (Mam)

MERAPI- WAHYU IMAM PRIBADI

Kapolsek Grogol AKP Dani Herlambang saat memimpin pembongkaran makam korban penganiayaan.



 

Related Post