Pengoplos Air Mineral-Air Sumur Diadili

Selasa, 17 Oktober 2017 20:09:27 Hukum





BANTUL (MERAPI) - Pengusaha minuman kemasan, KB bin Sukarjo (45) warga Piyungan Bantul diajukan ke kursi pesakitan PN Bantul, Selasa (17/10). Terdakwa yang didampingi penasihat hukum Kresnajati SH didakwa jaksa Anto Donarius Holyman SH telah mengoplos air mineral dengan air sumur sehingga dijerat pasal 142 jo pasal  91 ayat (1) UU RI No 18 Tahun 2012 tentang Pangan.


Dalam sidang pembacaan dakwaan di hadapan majelis hakim yang diketuai Laily Fitria Titin Anugerahwati SH terungkap, awalnya terdakwa memproduksi dan mengedarkan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan label Hexahaq yang diproduksi CV Tirta Bening Sumber Alami di Dusun Bebekan Sandeyan Srimulyo Piyungan Bantul.

Sejak 2013 terdakwa membuat AMDK dengan kapasitas produksi 5.700 liter per hari atau 300 galon per hari. Dikarenakan pengiriman bahan baku air dari CV Tirta Jaya dalam 1 kali sebanyak 1  tangki yang berjumlah 5.200 liter yang hanya bisa menghasilkan produksi air minum dalam kemasan sebanyak 275 galon. Sehingga untuk memenuhi kuota permintaan dari konsumen sebanyak 300 galon maka CV Tirta Bening Sumber Alami atas sepengetahuan terdakwa mencampur air sumur untuk memenuhi kuota tersebut.
 

Persentase campuran air yang digunakan sebagai bahan baku AMDK tersebut yaitu 10% air sumur dan 90% air dari CV Tirta Jaya. Setelah menjadi barang jadi kemudian dijual dengan harga untuk isi ulang per galon Rp 8.000 dan harga galon kosong Rp 35.000. Selama ini air kemasan terdakwa dikirim ke daerah penjualan yaitu distributor di wilayah Bantul, Sleman, Kulonprogo, Kota Yogyakarta dan luar DIY seperti Kebumen, Cilacap, Pekalongan, dan Magelang.
 

Dalam kegiatan memproduksi dan mengedarkan AMD dengan label Hexahaq dilakukan terdakwa sampai Sabtu 1 April 2017 pukul 10.00 setelah petugas Balai Besar POM Yogyakarta  melakukan pemeriksaan di CV Tirta Bening Sumber Alami. Setelah dilakukan pengecekan terhadap perizinannya ternyata  label  Hexahaq bukan beralamat di Bebekan melainkan izin tersebut milik CV Tirta Bening Sumber Alami yang beralamat di Trenggalek. (C-5)

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Terdakwa saat menjalani sidang pertama pembacaan dakwaan di PN Bantul.

Related Post