PUISI Sengat Ibrahim

hari Jumat, 05 Mei 2017 22:08:40 Hiburan

     
Sengat Ibrahim


Jika Dunia Mengusirmu



jika dunia mengusirmu
jangan cemas tinggallah dalam sajakku.

waktu begitu cepat khianati usia
begitu lesat mengeraskan buah dada.

gemeretak zaman berhasil mengubahmu
membangun otot-otot peradaban baru.

dulu hanya di sumur tua itu dirimu mahir
membuka tubuh melepas gerah serasa getah.

aduh betapa elok betapa montok tubuhmu
sampai bahasaku gemetar mengungkap rasa.

segala gerakmu penuh rahasia
segala suaramu terasa menggoda.

hei, perempuan desa aku menyangka dari tubuhmu
aku dapat berselancar ke surga sebelum waktunya.

jangan lepas kerudungmu
jangan terpikat pada baju model baru.

rapatkan lipatan sampirmu
sebab celana jin itu tercipta bagi makhluk dungu.

jangan takut jika dunia mengusirmu
hiduplah dalam sajak-sajakku.


Malam Sabtu, Yogyakarta 2017    
   


Jika Dunia Menolakmu


jika dunia menolakmu kekasih
jangan risau bacalah sajak-sajakku.

tapi sajakku sudah bosan menjamahmu
sebab tubuhmu sudah debu, sudah beku.

kota kita masih hijau
udaranya pun masih sejuk.

burung-bung berkicau
daun-daun tetap kokoh menjalar.

dan dirimu malah lebih akrab
dengan tubuh telanjang.

susu seukurukan buah lemon
kau obral pada sembarang orang.

jika sajak menolakmu kekasih
dari mana lagi dapat kugapai kasih?
 

Sabtu Pagi, Yogyakarta 2017
 


Aku Berhutang Secangkir Kopi    

  : Sabaruddin Firdaus

aku berhutang secangkir kopi padamu
dan sepotong malam rabu
ya, aku berhutang semua itu.

sebelum semua rencana kita pertemukan 
sebelum jarak menghancurkan bayang
sebelum langit menanam ketakutan melalui hujan
aku menulis sajak ini.

sebelum waktu benar-benar mengenalku
sebelum aku benar-menar memenggal waktu
dan sebelum rindu membodohiku
aku menulis sajak ini.

aku berhutang secangkir kopi padamu
bisakah kita segera bertemu diluar hari minggu?


Sabtu Siang, Yogyakarta 2017

 

Kepulanganku Yang Pertama


kepulanganku yang pertama sayang
adalah kepulangan bagi kelupaan.

lupa pada seluruh gambar kusam
atau gambar yang menghitam
dalam album kenangan.

kepulanganku yang pertama sayang
adalah kepulangan keabadian.

di sana ruang-ruang menghampar tenang
serupa ketenangan bahasa yang ditulis
oleh penyair pejuang kemerdekaan.

kepulanganku yang pertama sayang
adalah kepulangan bagi ketiadaan.

membawaku padamu semakin dekat
semakin akrab meski tak saling tatap. 

Sabtu Siang, Yogyakarta 2017



Tangan Kata
:Anas Shalehudin



tanganmu sudah lama lumpuh, mulutmu sudah lama mengeluh
sejak kepalamu dioperasi bedah mengusir penyakit yang entah.

katanya urat syarafmu putus membuat tangan dan kakimu lumpuh
semenjak itu mulutmu mengenal lenguh, hidup penuh keruh.

sedang dalam jiwamu paling lubuk ada yang meminta di sentuh
dan di padang hatimu ada yang mengetuk saban subuh.

tangkaplah nas, tangkap apa yang meminta ditangkap
rengkuhlah sesuatu apapun yang meminta direngkuh.

sebab di tangan kata kemustahilan menjadi fana
di tangan kata semuanya bisa tergapai, bisa dirangkai.
 
tangkaplah cahaya, tangkaplah segala macam warna
sebab yang nyata adalah rasa, yang rasa adalah luka
yang luka adalah bahasa, yang bahasa adalah bunga.

Sabtu Siang, Yogyakarta 2017



Sengat Ibrahim, Pemangku Adat Literasi & Taman Baca Masyarakat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Lahir di Sumenep Madura, 22 mei 1997. Menulis puisi dan cerita pendek. Sekarang tinggal di Yogyakarta.
Tinggal di PP Mahasiswa Hasyim Asy’arie, Jl. Parangtritis KM 7,5 No 44 Cabeyan, Sewon, Bantul, Yogyakarta 55188.)

     
 

Related Post