PENGHENTIAN OPERASI PT BBTF, 151 Pekerja Mengadu ke Disnaker

Sugiyanto@ Sabtu, 06 Mei 2017 05:29:45 Hukum

SLEMAN (MERAPI) -Sebanyak 151 karyawan PT Bening Big Tree Farm (BBTF) yang diberhentikan menuntut gaji, tunjangan hari raya (THR) dan uang tali asih. Permintaan itu disampaikan saat mengadu ke Dinas Tenaga Kerja, Sleman, Jumat (5/5).
“Kami mewakili rekan- rekan pekerja sebanyak 151 orang menuntut THR dan tali asih dari perusahaan, karena hasil musyawarah kemarin tanggal 4 Mei 2017 belum didapatkan titik temu, akhirnya kami memutuskan melaporkan ke dinas tenaga kerja sleman,“ jelas Koordinator pekerja PT Bening Big Tree Farms, Doni Alfa Andrianto usai melakukan mediasi di Kantor Dinas Tenaga Kerja Sleman.
Diinformasikan, masa sewa bangunan dan tanah yang dipergunakan untuk pabrik tersebut telah habis pada Mei 2017 dan tidak diperpanjang lagi oleh pabrik sehingga seluruh aktivitas operasional dan perangkat mesin akan dipindahkan di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebagian pekerja tidak bersedia melanjutkan kontrak kerja jika pabrik yang kini beralamat di Desa Mrgorejo, Tempel itu dipindahkan di wilayah Sukoharjo.
Plant Manager Wilayah Jawa PT Bening Big Tree Farms, Mujahid Muslim menjelaskan pihaknya telah menawarkan kepada pekerja untuk ikut bekerja pada pabrik milik perusahaan yang sama di Sukoharjo. “Sebenarnya mereka telah kami ajak pindah bekerja ke pabrik milik perusahaan di daerah Sukoharjo, Jawa Tengah dengan fasilitas pabrik yang lebih bagus. Kami membutuhkan tenaga kerja di sana,” jelasnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, Mujahid menyatakan sudah menyiapkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi yang masih berstatus karyawan. Mereka akan diberi THR sesuai regulasi yang akan disampaikan maksimal satu minggu sebelum Lebaran. “Tentu dengan hitungan yang proporsional sesuai masa kerja, yang diatas satu tahun kita berikan 1 bulan gaji. Sedangkan berkaitan tali asih masih dimusyawarahkan dengan mereka melalui mediasi,” imbuhnya.
Sementara Kasi Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Sleman, Susilo Rahmadi menyatakan, secara regulasi hak pekerja dengan pindahnya lokasi perusahaan memang ada. Hal ini sebagaimana diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta PP dan Kajian Ahli ketenagakerjaan ada hak pesangon andaikata lokasi pabrik usaha berpindah. “Tadi telah kita mediasi pertama, masih deadlock, akan dilakukan mediasi lagi tanggal 9 Mei mendatang,“ bebernya.
Terpisah kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Drs Untoro Budiharjo MM masih menyerahkan perkara ini kepada tim mediator di bagian HI.
”Surat pengaduan sudah kita terima, sementara ini kasusnya masih kita disposisikan kepada bagian yang menangani, menunggu hasil proses mediasi,“ tukasnya.(Met)

Related Post