CERMIN : Sengatan Listrik

Sugiyanto@ Sabtu, 06 Mei 2017 05:32:01 Hukum

MUNGKIN inilah kematian paling tragis yang menimpa anggota keluarga, nenek, anak dan cucu. Mereka, yakni Sulastri (70), Suhardi (35) dan Nur Arifin, warga Sendangrejo Minggir Sleman tewas kesetrum di rumahnya Senin pekan lalu. Awalnya Nur Arifin yang kesetrum kabel mengelupas di sekitar tower pompa air, kemudian sang nenek Sulastri berusaha menolong juga ikut kesetrum dan Suhardi yang ikut pula berusaha menolong, pun kesetrum hingga meninggal.
Ini peristiwa paling tragis yang terjadi di tahun 2017. Sekeluarga meregang nyawa karena  tersengat listrik gara-gara ada kabel mengelupas. Kita sungguh sulit membayangkan betapa ngerinya tiga tubuh bergelimpangan karena kesetrum. Secara naluriah, wajar bila sang nenek Sulastri ingin menolong cucunya yang kesetrum. Begitu pula  Suhardi juga ingin menolong Sulastri dan  Nur Arifin. Namun mereka salah perhitungan, karena tindakannya justru mematikan.
Menolong orang kesetrum tentu tidak seperti itu. Kalau hanya ditarik dengan tangan tanpa peralatan apapun, pasti aliran akan merambat dan membahayakan si penolong. Mestinya, kalau hendak menolong, harus menggunakan peralatan yang antisetrum atau isolasi, yang tidak bisa menghantarkan aliran listrik, misalnya dengan kain kering atau bahan dari plastik. Itupun harus dipastikan bahwa si penolong tidak sedang menyentuh air. Sebab, air adalah penghantar aliran listrik tercepat.
Bila sempat, matikan strom di pusatnya, sehingga tidak ada aliran sama sekali. Tapi, karena dalam keadaan panik terkadang orang tak lagi bisa berpikir jernih dan langsung menolong korban tanpa peralatan apapun. Sungguh tindakan seperti ini sangat membahayakan. Seharusnya, tindakan cepat namun tepat.
Karena tidak ada indikasi tindak kejahatan, polisi tak memproses kasus tersebut. Ketiga jenazah  pun langsung dimakamkan di pemakaman setempat. Meski begitu polisi tetap perlu melakukan penyelidikan agar peristiwa serupa tak terulang. Misalnya dengan meneliti sumber aliran listriknya, apakah benar berasal dari dalam rumah atau lainnya. Ini untuk mengukur seberapa besar tegangannya, apakah mencapai 220 V atau kurang. Seberapapun alirannya, tetap membahayakan. (Hudono)

Related Post