TERBUAT DARI LIMBAH KECAP, Polisi Sita Gula Merah Palsu

Sugiyanto@ Senin, 15 Mei 2017 19:34:44 Hukum

PUWOKERTO (MERAPI)- Setelah mendapat informasi dari warga, Satuan Tugas (Satgas) Pemantau Pangan Polres Banyumas berhasil menyita dan menemukan lokasi pembuatan gula merah palsu yang terbuat dari limbah kecap di lokasi pembuatan di Desa Sudimara, Cilongok, Banyumas.
Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah, Senin (15/5) kemarin, menjelaskan  penemuan gula merah palsu yang tidak layak di konsumsi dan membahayakan kesehatan itu, berawal tim Satgas Pemantau Pangan Polres saat melakukan pemantauan pangan menjelang Ramadan dan Lebaran mendapat informasi adanya pembuatan gula merah palsu di Desa Sudimara, Cilongok, Banyumas.
“Selanjutnya tim Satgas yang langsung mendatangi lokasi home industri milik Tar (42). Di rumah tersebut polisi menemukan limbah kecap yang digunakan pakan ternak, gula pasir ravinasi, dan gula merah palsu yang sudah dibentuk bulat,” kata AKBP Azis Andriansyah.
Dari pengakuat pembuat gula merah palsu, ia sudah memproduksi gula merah palsu berbahan limbah kecap dan dicampur gula ravinasi, dan zat pewarna, sekitar lima bulan lalu. Bahan limbah kecap yang dibuat gula merah itu dibeli dari Subang, Jawa Barat yang tiap kilogramnya dibeli Rp 1600. Setelah jadi gula merah dijual Rp 12 000 per kg.
Untuk memastikan kandungan kordinasi gula meraj palsu Polres Banyumas sudah kordinasi dengan Dinas Kesehatan(Dinkes) Kabupaten Banyumas, yanh menyebutkan gula merah palsu itu membahayakan kesehatan manusia, karena terbuat limbah kecap yang diperuntukan pakan ternak.
Untuk memastikan kandungan zat lainya seperti zat pewarna, dan pengawet, polisi masih melakukan uji laboratorium fotensik. Polisi jugs meminta kepada warga untuk lebih waspada, jika ada gula merah yang dijual murah, dan warnanya gelap.
Kepada pembuat gula merah palsu, polisi akan menjerat dengan pasal 135 dan 136 Undang undang nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman dua tahun penjara. (Dyt)

Related Post