CERMIN : Main Senapan Angin

Sugiyanto@ Senin, 15 Mei 2017 19:37:29 Hukum

BERHATI-HATILAH ketika membawa senapan angin. Meski hanya kaliber kecil, namun tetap membahayakan bila terjadi kecelakaan. Apalagi, senapan dalam kondisi terkokang dan siap menyalak, sangat membahayakan. Seperti yang terjdi di Purworejo baru-baru ini, S (15) pelajar, warga Tambakrejo Purworejo tertembak senapan angin yang dipegang kakaknya, AP (18) saat berburu di hutan. 
Entah bagaimana awalnya, sang kakak saat itu sedang berburu binatang, sementaran adiknya berjalan persis di depannya. Tanpa sengaja, senapan yang sudah terkokang tiba-tiba menyalak, entah karena terkena ranting atau sebab lain. S yang terkena di bagian kepala pun mengerang kesakitan. Oleh AP, sang adik kemudian dibopong guna mencari pertolongan. Untung ada warga yang melihat dan segera membantu membawanya ke rumah sakit.
AP pun harus berurusan dengan polisi. Ia bakal dijerat dengan pasal tentang kelalaian atau kealpaan yang menyebabkan orang lain terluka. Mengingat usianya masih anak-anak, AP mungkin tak akan akan diancam hukuman berat, melainkan maksimal separoh dari ancaman pidana orang dewasa. Mungkin AP tak mengira bila perbuatannya bakal berbuntut ke masalah hukum.
Sangat diyakini tindakan AP tidaklah sengaja. Ia tak ada maksud untuk mencelakai adiknya. Namun hukum tetap mengancam pidana bagi orang yang berbuat ceroboh yang menyebabkan orang lain terluka.  Bila tindakan seperti itu dibiarkan niscaya orang tak lagi berhati-hati dalam bertindak sehingga mengancam keselamatan orang lain.
Mengamati kejadian di atas, mestinya anak-anak tak boleh memegang senapan angin. Mengapa ? Karena jiwa mereka belum stabil sehingga sangat berbahaya bagi orang lain. Tidak selayaknya AP menenteng senapan angin untuk berburu layaknya orang dewasa. Orangtua mestinya tidak membiarkan anaknya menenteng senapan ke mana-mana, termasuk untuk berburu. Berburu bukanlah dunia anak-anak.
Untuk mengantisipasi hal demikian, toko senapan mestinya selektif dalam melayani pembeli. Mereka seharusnya menolak ketika ada anak membeli senapan angin. Bagaimana bila senapan tersebut milik orangtuanya ? Nah, jika demikian, berarti orangtua abai dan tak memperhitungkan aspek keselamatan. (Hudono)

Related Post