SAYAP-SAYAP TERKEMBANG (365)

Sugiyanto@ Selasa, 16 Mei 2017 14:13:23 Cerita Bersambung

”MEREKA tentu akan ke pasar,“ bekata Sambi Wulung.
“Ya,“ jawab Jati Wulung, “agaknya pasar tidak lagi terlalu jauh.
“Kita ikuti mereka,“ berkata Sambi Wulung kemudian.
“Untuk apa?“ bertanya Puguh.
“Kita mencari makan. Mungkin makan dan minum akan dapat memberimu sedikit kesegaran sehingga kau tidak akan merasa terlalu letih berjalan,“ sahut Sambi Wulung.
“Masih sepagi ini?“ bertanya Puguh pula.
“Tetapi tentu sudah ada orang berjualan makan dan minum di pasar itu.”
Puguh tidak menjawab. Ia sependapat dengan Jati Wulung. Mungkin dengan makan dan minuman hangat akan dapat memberinya sedikit kekuatan, sehingga mereka akan dapat berjalan lebih cepat.
Dengan demikian maka merekapun telah mengikuti orang-orang yang berjalan ke pasar. Mereka memang sedikit menyimpang dari arah yang mereka tuju. Tetapi mereka yakin bahwa mereka tidak akan menyimpang terlalu jauh.
Pasar itu memang tidak terlalu jauh. Setelah melewati sebuah padukuhan kecil, maka merekapun telah menuju ke sebuah padukuhan yang ramai. Sementara itu, gardu-gardu perondanpun telah menjadi kosong, karena anak-anak muda yang meronda telah pulang ke rumah masing-masing.
Meskipun matahari belum terbit, tetapi pasar itu telah menjadi ramai. Ternyata hari itu adalah justru hari pasaran sehingga pasar itu menjadi penuh dan bahkan beberapa orang terpaksa berjualan di pinggir-pinggir jalan disekitar pasar itu.
Tetapi seperti yang dikatakan oleh Sambi Wulung dan Jati Wulung, bahwa ternyata di pasar itu sudah terdapat bukan hanya sebuah, tetapi beberapa orang berjualan makan dan minuman hangat.
“Kita memilih kedai yang paling baik,“ berkata Jati Wulung.
“Kenapa?“ bertanya Sambi Wulung.
“Bukankah kita mempunyai uang banyak,“ sahut Jati Wulung.
Sambi Wulung hanya tersenyum saja. Tetapi ia tidak menjawab.
Seperti dikatakan oleh Jati Wulung, maka mereka memang menuju kesebuah kedai nasi yang cukup besar dan ramai, justru tidak berada didalam pasar.  (Bersambung)

Related Post