Sajak Perpisahan, A. Khotibul Umam

Sugiyanto@ Minggu, 21 Mei 2017 20:45:16 Hiburan

Sajak Perpisahan

Terbanglah, Alina, terbanglah,
Sejauh mana pun kau berkelana
Jangan kau ingat lagi kisah negeri ini.
Jangan kau tanya lagi, bagaimana nasib Ibu,
Dan tanah yang gembur itu.

Pergilah, Alina, pergilah yang jauh,
Sejauh perahu di laut lepas,
Jangan bersedih.
Segalanya yang cemas,
Akan terus selalu terkemas.

Sebab tidak selamanya yang hilang,
Akan mampu menjadi kenangan.
Kau akan selalu merasakan,
Sejauh apapun kau melanglang,
Ibulah tempatmu berpulang.[1]

Pergilah Alina, pergilah sayang,
Adakalanya kita beranjak dari harap,
Pada detak jantung yang berderap.
Tak akan ada lagi yang bertanya:
Lebih dulu mana,
Kau dengan Tuhan,
Menciptakan dendam.


Yogyakarta,2017
[1] dicuplik dari puisi Daruz Armedian.



Kenangan di geguritan senja
    :Alina

Kini kutanggalkan tubuhku,
Di sini, di hadapmu, Alina
Semoga kau mengingat
Tentang nama, dan segala kenangan,
Yang bakal tiada

Akulah air di matamu Alina,
Tubuh dan nyawaku,
Menyatu dengan waktu
Badai dan gelombang telah
Kukubur dalam-dalam
Sedalam rindu
Yang melanglang

Ingatlah, Alina. Kenanglah segalanya
Rindu dan cinta
Yang terdiam di geguritan senja

Yogyakarta,2017

Alina

Aku melihatmu dalam syahdu
Mengusik dada, dan
 Menjelma rindu
Cinta seperti apa yang selalu kau rasa, Alina?

Matamu,
Mata yang tercipta penuh rahasia
Di dadamu,
Aku melihat Tuhan yang begitu mesrah

Cintamu, alina
Adalah cinta untuk dunia
Segala kenyataan yang tak akan
 pernah mampu dibahasakan

Yogyakarta,2017



Parangtritis

Di tepian pantai selatan
Aku berteriak memanggil namamu
Ya, namamu Alina yang selalu kukecap
Pada debur yang tenang,
Dalam desir angin yang melanglang

Akan kusatukan
samudera serta daratan, Alina
Hanya untuk kau,
Untuk kau Alina…

Barangkali, kau tak pernah tahu
Batu-batu disini begitu keras
Sekeras janji dan hawa nafsu
 Dan seperti cintaku.
Di pantai ini,
 Alina


Yogyakarta,2017



A. Khotibul Umam.Lahir dan tumbuh besar di Madura. Alumni Kampus Fiksi ( Diva Press) Dan Pengelolah Taman Baca Masyarakat(TBM) di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY) Ia sedang menggarap kumpulan cerpen yang berjudul (Hikayat Hutan yang Di tumbuhi Setan-setan)  Tinggal di Yogyakarta.
Tinggal di Pondok Pesantren Mahasiswa Hasyim Asy’ari Jln. Parangtritis KM 7,5 No. 44 Cabeyan Sewon Bantul Yogyakarta 55188.

   

 

Related Post