SEBULAN TIDAK MELAUT, Nelayan Kulonprogo Jadi Petani Cabai

Sugiyanto@ Kamis, 08 Juni 2017 15:35:14 Kulon Progo

GALUR (MERAPI) - Nelayan pantai selatan di Kabupaten Kulonprogo sejak satu bulan terakhir tidak melaut karena kondisi gelombang perairan cukup tinggi. "Kalau memaksa melaut, hasil tangkapan ikan tidak menutupi biaya operasional," kata anggota nelayan Pantai Trisik Galur, Dwi Surya Putra, Rabu (7/6).
Ia mengatakan sejak hasil tangkapan ikan sangat sedikit dan gelombang laut kurang bagus, nelayan beralih menanam cabai, melon, semangka dan mengembangkan tambak udang.
"Nelayan Trisik itu mata pencahariannya bertani, petambak dan sekaligus nelayan. Saat hasil tangkapan ikannya turun, kami memilih bertani dan budi daya tambak udang," katanya dilansir <I>Antara<P>.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, Prabowo Sugondo mengatakan, gelombang pantai selatan memang sangat tinggi. Sehingga, nelayan lebih memilih tidak melaut sementara untuk keselamatan mereka.
"Kami sudah mendapat laporan, gelombang laut sedang tinggi. Nelayan Kulonprogo memilih tidak melaut untuk sementara ini," ujar Prabowo.
Namun demikian, ia mengakui ada satu dua kapal nelayan andon yang melaut, seperti nelayan Karangwuni dan Congot. Nelayan andon atau nelayan berpindah berasal dari Cilacap Jawa Tengah yang sumber mata pencaharian utamanya dari laut.
Prabowo mengakui, nelayan asli Kulonprogo termasuk nelayan transisi dari petani menjadi pelaut. Sehingga, melaut bukan satu-satunya pekerjaan dan sumber pendapatan mereka. Saat hasil tangkapan ikan melimpah, mereka baru melaut. Begitu sebaliknya, saat hasil tangkapan ikan turun dan gelombang laut kurang baik, mereka beralih menjadi petani dan melalukan budi daya udang.
"Kita harus mengakui nelayan Kulonprogo saat ini masih sebagai nelayan sambilan atau nelayan transisi dari pertanian ke perikanan tangkap. Artinya, sumber pendapatan mereka tidak 100 persen dari melaut," katanya. (*)

Related Post