Hantu Mlengos Lihat Raseksi

Sugiyanto@ Kamis, 08 Juni 2017 16:20:52 Cerita Misteri

PEREMPUAN usia tigapuluh tahun bernama samaran Mukini ini mentalnya benar-benar kuat. Ketidaksempurnaan yang ada pada dirinya tidak menjadikan rasa rendah diri. Mukini yakin, melalui ketidaksempurnaannya itu Tuhan akan memberi karunia. Mukini bukan seorang difabel. Dia hanya bergigi tongos. Deretan gigi geliginya yang bagian atas menonjol ke muka secara ekstrim.
Beberapa waktu lalu Mukini memberanikan diri mendaftar sebagai peraga dalam acara “Dunia Lelembut” yang ditayangkan oleh sebuah stasiun televisi swasta. Pada tengah malam Jumat Kliwon dia diajak oleh kru televisi tersebut ke sebuah rumah kuna yang lama tidak dihuni, yang kata orang-orang setempat, sangat angker.
Tanpa penerangan sedikit pun Mukini disuruh duduk sendirian di atas tikar yang digelar di tengah pendapa. Di hadapannya dipasang sebuah kamera yang bisa menangkap obyek dalam kondisi gelap gulita. Di tempat terpisah beberapa kru di depan pesawat monitor mengawasi gerak- gerik Mukini. Kalau dia melambaikan tangan berarti minta bantuan. Itu dianggap kalah dan tidak menerima honor. Namun jika sampai waktu yang ditentukan dia tidak bergeming, dianggap menang. Dan segepok uang akan dia bawa pulang.
Pada menit-menit awal tidak terjadi apa-apa. Mukini tetap duduk dengan tenang. Kamera hanya menangkap kelebatan kelelawar dan serangga terbang. Menjelang menit ke 20 kamera menangkap bayangan seperti gumpalan mendung. Tidak berapa lama gumpalan hitam itu berubah  bentuk menjadi sosok manusia tinggi besar. Bahkan pada menit ke 25 sosok tersebut sepertinya akan menerkam Mukini.
Mukini yang bernyali baja tidak bergeming. Dengan gerakan silat yang pernah dia pelajari, perempuan itu dengan gagah berani berdiri, siap menghadapi sosok manusia tinggi besar tersebut.
Bak Raseksi dalam pewayangan yang mempunyai gigi geligi panjang dan tajam, Mukini bersiap menyerang penampakan tersebut. Ternyata, sosok tinggi besar yang adalah penunggu rumah kuna itu kecil nyalinya. Tak sekuat nyali yang dimiliki Mukini.
Belum lagi Mukini melancarkan jurus serangan silatnya, hantu berwujud sosok lelaki tinggi besar itu “mlengos” atau tersenyum kecut. Pergi menjauh dan tidak tertangkap kamera lagi.
Para kru TV berdecak kagum dan datang menyalami Mukini. Dia tersenyum bangga atas kemenangannya. Malam itu Mukini pulang dengan membawa segepok uang yang menurut ukurannya lumayan banyak. (Andreas Seta RD)
 

Related Post