Banyak Janda Belum Berdaya

Sugiyanto@ Jumat, 09 Juni 2017 14:59:00 Kulon Progo
Perwakilan PJJI saat bertemu Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.

WATES (MERAPI) - Kulonprogo saat ini memiliki sekitar 12.000 janda. Sebagian besar di antaranya masih dinyatakan belum berdaya.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo dengan Persaudaraan Janda-Janda Indonesia (PJJI) Armalah Yogyakarta di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Kamis (8/6). Dalam pertemuan dibahas tentang rencana pelebaran sayap PJJI dengan membuka cabang di Kulonprogo.
"Kami berencana membuka cabang di Kulonprogo untuk membantu sesama janda," kata perwakilan PJJI, Ken Utami.
Jika menyesuaikan prosedur, penyampaian izin akan rencana pembukaan cabang PJJI ini dikhawatirkan Ken membutuhkan waktu lama. Karena itulah, pihaknya memilih jalan pintas dengan menemui Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo.
"Kami ingin membantu sesama karena selama ini mereka belum berdaya. Biasanya malu keluar atau bahkan terus-terusan ingat suami," imbuh Ken.
Rencana PJJI dalam membuka cabang di Kulonprogo, disambut baik Bupati Hasto. Ia menyapaikan, di Kulonprogo sangat banyak orang tua jompo, janda tua, miskin dan dhuafa.
Diperkirakan, janda-janda di Kulonprogo sekitar tiga persen atau sekitar 12.000 orang. Sebagian besar dari mereka sulit untuk empowering atau pemberdayaan. "Jumlah janda lebih banyak daripada duda, karena pekerjaan laki-laki lebih berisiko. Misalnya, di jalan raya, pekerjaan panjat pohon kelapa dan sebagainya," ungkapnya.
Angka harapan hidup perempuan di Kulonprogo, menurut Bupati Hasto lebih tinggi daripada laki-laki. Kepada PJJI, Bupati Hasto mengajak untuk ikut mengurus dan memikirkan mereka yang sudah tua atau fakir miskin.
"Organisasi bisa menghubungkan donatur atau dermawan dengan para janda tua yang membutuhkan tanpa harus melalui pemerintah," tegasnya. (Unt)

Related Post