Dicandai Hewan Super Nggilani

Sugiyanto@ Jumat, 09 Juni 2017 15:16:19 Cerita Misteri
Dicandai Hewan Super Nggilani

MESKI berbeda suku, dua pemuda itu ternyata satu hati, sama-sama penyayang binatang. Jika Victor dan Diono (keduanya bukan nama sebenanrnya) sedang berada dalam hutan, bagi mereka serasa berada dalam surga. Banyak hal yang bisa dikerjakan. Sebagai penyayang binatang mereka tidak menangkap, membawa pulang dan mengurung hewan-hewan yang dijumpai. Justru mereka kerap melepas liarkan hewan- hewan pada habitatnya. Selain itu juga mempelajari peri kehidupannya.
Siang itu tanpa sengaja Victor dan Diono di hutan Limpung bertemu seorang pemuda yang kebetulan juga seorang pecinta binatang. Meski baru saja berkenalan, karena kesamaan hobi, ketiga pemuda itu cepat akrab. Bak sahabat yang lama tidak bersua.
“Nanti boleh mampir ke pondokku. Kalian berdua pasti senang. Bisa bercanda dengan berbagai hewan kesayangan”, ujar sahabat baru tersebut yang sekilas mirip orang Nigeria, kulitnya hitam legam, bibirnya tebal. Victor dan Diono tidak menaruh curiga pada sahabat barunya. Kesamaan hati dan kesamaan hobi mengalahkan segalanya.
Waktu terasa cepat berlalu. Selepas Dhuhur mereka bertiga beristiahat sambil membuka bekal masing- masing yang dibawa dari rumah. Sehabis makan disepakati, Victor dan Diono akan singgah di pondok sahabat barunya tersebut.
Tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya, pondok milik sahabat berkulit legam tersebut ternyata amat sangat besar dan luas. Mirip hanggar pesawat terbang super jumbo. Namun tidak terdapat kamar-kamar yang disekat. “Silahkan kalau mau istirahat. Gak usah rikuh-rikuh. Berbaring saja di karpet itu”, ujar pemuda berkulit kelam itu sambil menunjuk permadani tergelar di tengah ruangan.
Karena memang kelelahan, Victor dan Diono tidak menampik tawaran tersebut. Segera saja keduanya membaringkan tubuhnya di atas karpet super empuk. Baru rem-rem ayam, Diono terbangun kaget. Begitu pula Victor. Seekor kecoa raksasa sepanjang tujuhpuluh sentimeter datang mendekati, mengendus-endus kepalanya. Ternyata tidak hanya kecoa, namun hewan-hewan lain yang juga berukuran super gede, juga datang merubung. Seakan ingin mengucapkan selamat datang. Ada kalajengking, kelabang, rerespo, kutis, orong-orong, ulat keket warna hijau, dan masih ada yang lain.
Meski mengaku sebagai penyayang binatang, di kerubungi hewan- hewan berukuran tidak lumrah, tak urung Victor dan Diono bergidik pula. Keduanya berlari tunggang- langgang meninggalkan pondok milik pemuda berkulit legam itu. Keduanya sadar jika telah dicandai oleh lelembut hutan Limpung.(FX Subroto)
 

Related Post