SYEH SEWU, CIKA BAKAL SEWON (5), Kul Buntet dari Jirat Nisan

Sugiyanto@ Senin, 12 Juni 2017 14:38:00 Kearifan
Kompleks makam Syeh Sewu dari sisi timur-utara.

Fenomena aneh lainnya, ada orang mendengar suara nyaring jangkrik. Ketika suara dilacak ke timur makam, maka suara berpindah ke sisi barat. Demikian sebaliknya. Hal semacam itu membuat orang yang berziarah penasaran. Menurut para spiritualis suara itu berasal dari wesi kuning.

DARI sekian orang yang? berziarah ada beberapa yang mengaku bahwa mereka memang melihat wujud pusaka wesi kuning tersebut. Hanya saja wesi kuning tersebut terletak di atas kepala seekor ular besar.
Siapa pun yang berniat mengambilnya harus berhadapan dengan ular besar yang tampaknya memang bukan ular dalam arti sesungguhnya. Tidak ada yang berani memastikan apakah fenomena aneh itu merupakan fenomena yang muncul dari pusaka-pusaka milik Syeh Sewu semasa hidupnya.
Hanya saja banyak orang percaya bahwa Syeh Sewu memang bukan tokoh sembarangan. Kedudukannya sebagai parampara dan nujum sebuah kerajaan menunjukkan akan daya linuwihnya dibanding orang lain. Pun juga kedudukannya sebagai penyebar agama Islam kala itu.
Berkait dengan fenomena aneh yang muncul di kompleks makam Syeh Sewu ini pernah pula ada cerita menarik, yakni pada suatu ketika ada orang yang mendapatkan pusaka tanpa ia bermaksud mencari atau memintanya.
Perolehan pusakanya itu ia dapatkan di dekat makam Tumenggung Ranadigdaya. Ia memperoleh pusaka itu setelah sebelumnya ia rajin berziarah di makam Syeh Sewu dan makam Tumenggung Ranadigdaya.
Ceritanya, pada suatu malam orang tersebut melihat cahaya di kemuncak jirat nisan Tumenggung Ranadigdaya. Cahaya tersebut tiba-tiba menurun dari kepala jirat ke tubuh batu nisan. Anehnya lagi cahaya tersebut tiba-tiba memasuki kantong baju dari orang yang berziarah tersebut.
Orang itu tentu saja penasaran. Ia mencoba merogoh kantong bajunya. Ketika tangannya masuk ke dalam kantong itu ia merasa mendapati sebuah benda padat sebesar ujung jempol tangan. Ketika benda itu dikeluarkan ternyata berupa pusaka kul buntet.
Berkait dengan keberadaan makam Tumenggung Ranadigdaya dan Nyai Sedah Mirah di Sewon ini ada satu versi yang menyatakan bahwa Tumenggung Ranadigdaya adalah salah satu tokoh yang banyak berjasa pada Pangeran Mangkubumi menjelang Palihan Nagari, 1755. (Albes Sartono)

Related Post