Makhluk Aneh di Tingkat Tujuh

Sugiyanto@ Senin, 12 Juni 2017 14:40:05 Cerita Misteri

MALAM itu turun hujan deras. Kinan (bukan nama sebenarnya) mengundang teman-teman kerjanya datang ke apartemen tempat tinggalnya, untuk mengisi akhir pekan. Mereka berlima mempersiapkan hidangan sambil menyetel musik. Juga bernyanyi dan menari melepas kepenatan selama lima hari bekerja.
Ketika hiruk pikuk dan kegaduhan mulai memuncak, tiba-tiba mereka mendengar suara ketukan keras di jendela apartemen. Mereka berbalik dan terkejut melihat sesosok pria berdiri di luar jendela apartemen.
Saat itu hujan deras masih turun sehingga membuat jendela apartemen berembun. Sosok pria itu berpakaian gelap dengan tutup kepala. Wajahnya tak terlihat jelas, hanya terlihat bayangan tangan pria itu mengetuk jendela.
Salah satu dari mereka segera mematikan musik dan berteriak: "Anda siapa? Apa yang anda inginkan?"
Lewat jendela yang buram itu, mereka mendengar jawaban dari bayangan itu: "Jangan membuat gaduh! Kalian tahu tidak? Ini sudah malam!" Bayangan itu kelihatan marah.
"Maaf Pak. Kami akan mengecilkan suara musik dan bermain dengan tenang," jawab Kinan.
Setelah berkata demikian, mereka melihat sosok bayangan pria itu pergi menjauh dan menghilang. Lalu mereka mulai menyalakan musik lagi tanpa memperhatikan kata-kata Kinan kepada sosok misterius tadi. Suara musiknya justru jauh lebih keras dari sebelumnya.
Kinan pemilik apartemen itu sekaligus tuan rumah mendadak terdiam. Wajahnya pucat dan keluar keringat dingin di tubuhnya. Padahal suasana di dalam apartemen cukup dingin. Dia ketakutan teman-temannya tidak memperhatikan permintaan orang misterius tadi. Dia sadar dia bukan makhluk sembarangan, kalau marah lagi tentu akibatnya bisa sangat serius
Teman-temannya bertanya, "Kenapa kamu tiba-tiba diam? Wajahmu pucat!" Temannya yang lain juga menimpali, "Apa kamu takut orang itu akan menelpon polisi dan mengadukan kita?"
"Bukan itu masalahnya", jawab Kinan. "Selain saya sudah berjanji untuk mengecilkan suara musik, siapa pria itu, aku sungguh tidak kenal. Sangat pasti dia bukan makhluk sembarangan. Kalau dia datang lagi dan marah besar, akibatnya tentu bisa luar biasa.”
Teman-temannya diam. Kemudian hampir semuanya merasa ketakutan. Apalagi setelah Kinan berkata, “Apakah kalian tidak sadar, bagaimana caranya orang itu sampai ke jendela apartemenku? Padahal apartemen yang kutinggali ini berada di lantai tujuh!"
Seketika itu pula, acara berakhir dan mereka berhamburan pulang. Berdesak-desakan ketakutan di dalam lift! (Aribowo)

Related Post