MUTASI PENDUDUK TINGGI, Setengah Tahun Hampir 7000 Orang Masuk Bantul

Sugiyanto@ Senin, 12 Juni 2017 20:37:43 Bantul
 Petugas Disdukcapil melayani ratusan warga yang mengurus dokumen kependudukan setiap hari.

BANTUL (MERAPI)- Mutasi kependudukan di Bantul tergolong tinggi. Dalam kurun waktu enam bulan saja sebanyak 6956 orang terdata mutasi penduduk ke wilayah ini. Angka tersebut terjadi pada semester kedua tahun 2016. Seperti yang terjadi setiap tahun, diprediksi angka itu akan meningkat pada 2017. Dibandingkan dengan angka penduduk yang keluar, jumlah penduduk yang masuk lebih tinggi. Wilayah pinggiran kota menjadi sasaran domilisi paling besar bagi pendatang.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bantul, Bambang Purwadi mengungkapkan perpindahan penduduk ini terjadi sepanjang tahun. Namun angka tertinggi biasanya terjadi pada musim liburan sekolah maupun libur lebaran. Termasuk libur lebaran tahun ini yang diperkirakan mutasi penduduk juga akan meningkat dibanding hari-hari biasanya. “Saat musim libur itu banyak dimanfaatkan untuk pindahan, baik dari Bantul maupun masuk ke Bantul,” sebutnya, kemarin.
Perpindahan penduduk ini menurut Bambang banyak dilatarbelakangi alasan pekerjaan dan keluarga. Seperti warga Bantul yang menikah dengan warga di luar Bantul, sehingga salah satunya harus ikut suami atau istri. Selain dua alasan itu Bambang menjelaskan disebabkan juga alasan kesehatan dan pendidikan. “Dalam blanko mutasi yang harus diisi itu ada pilihan alasan, paling banyak dipilih karena alasan pekerjaan,” imbuhnya.
Mantan Inspektur Bantul ini menyebutkan daerah perbatasan dengan Kota Yogyakarta sejauh ini angka mutasi penduduk paling tinggi. Beberapa kecamatan di antaranya Banguntapan, Sewon, Kasihan, dan Sedayu. Di Kecamatan Banguntapan contohnya, dari Bulan Agustus hingga Desember 2016 tercatat 1.405 orang masuk ke wilayah ini. Sementara warga Banguntapan yang pindah sebanyak 889  orang. Di wilayahnya juga terdapat beberapa warga negara asing (WNA) yang mengajukan izin tinggal di Bantul, selama tahun 2016 sebanyak 3 orang. “Kita keluarkan surat keterangan tempat tinggal (SKTT) bagi warga asing dan itu diperbarui sekali setahun,” ungkap Bambang.
Sementara, Kasi Pindah Datang Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Bantul, Purwiyati merinci warga yang pidah dari Bantul ke wilayah lain di DIY pada sementer dua tahun 2016 sebanyak 1.898 orang sedangkan ke luar DIY mencapai 2.892 orang. Sehingga total warga pindah dari Bantul dalam kurun waktu tersebut 4.790 orang. Atau lebih rendah dibanding jumlah mutasi warga masuk ke wilayah ini yang mencapai 6.956 orang. “Lebih banyak yang masuk daripada yang keluar,” tegasnya.
Ditemui saat mengurus dokumen perpindahan di Kantor Disdukcapil Bantul, Kukuh mengatakan alasannya mengurus perpindahan lantaran bekerja di Yogyakarta. Warga asal Magelang Jawa Tengah ini mengaku sudah cukup lama tinggal di Pajangan Bantul, namun baru kali ini mengurus perpindahannya. “Awalnya ragu untuk berubah kependudukan, tapi setelah istri setuju terus saya putuskan untuk pindah,” terangnya. (C1)

Related Post