Syarat Ilmu Menghilang Berat

Sugiyanto@ Selasa, 13 Juni 2017 15:24:18 Cerita Misteri

SUDAH sekian lama Pak Ruki (bukan nama sebenarnya) tinggal di Jakarta. Suatu ketika ia pulang ke Yogya bersama istrinya untuk menengok mertuanya yang sudah berusia lanjut. Kedatangan mereka tentu saja disambut gembira. Setelah obrolan sana-sini mereka pun minum dan sekadar makan camilan.
Usai itu Pak Ruki duduk-duduk di dekat pintu utama rumah mertuanya. Sementara mertua laki-lakinya yang sering disapa dengan Mbah Jo (nama samaran) keluar untuk membeli  rokok. Pintu tempat Pak RK duduk-duduk di dekatnya itu merupakan satu-satunya pintu di rumah Mbah Jo. Maklum Mbah Jo memang tinggal di desa dengan rumah yang sederhana saja.
Selang beberapa waktu kemudian tiba-tiba Pak Ruki mendengar ayah mertuanya memanggilnya dari dalam kamar untuk meminjam korek api.
Tentu saja Pak Ruki terkejut karena ia tidak melihat Mbah Jo masuk ke rumah setelah membeli rokok. Padahal Pak Ruki tidak beranjak dari dekat pintu utama sejak Mbah Jo keluar rumah untuk membeli rokok.
“Pak, tadi Bapak masuk rumah lewat mana?”
“Ya lewat pintu, mau lewat mana?” jawab Mbah Jo.
“Kok saya tidak melihat Bapak?”
Mbah Jo tersenyum mendengar pertanyaan menantunya itu. Sementara Pak Ruki yang pernah mendengar selentingan kabar bahwa Mbah Jo bisa menghilang menjadi penasaran.
“Bapak beneran bisa menghilang?” Mbah Jo masih tersenyum saja dan tanpa diminta Mbah Jo kemudian menjelaskan panjang lebar kepada menantunya bahwa ilmu menghilangkan sosok diri itu memang ada.
“Bagaimana cara memperolehnya, Pak?”
Mbah Jo menjelaskan bahwa untuk dapat memiliki ilmu menghilang orang harus menjalani beberapa laku yang tidak ringan. Di antaranya adalah puasa berbagai pantangan. Di antaranya pantang marah, pantang berkata kasar, pantang makan makanan yang dimasak dan lain sebagainya.
Selain itu juga harus menghafalkan mantra tertentu yang harus dibaca atau dirapal dari pagi sejak matahari terbit hingga matahari terbenam dengan mengikuti bayangan tubuhnya sendiri.
“Jadi kalau pagi harus berjalan ke barat karena bayangan tubuh jatuh ke barat Pak?”
“Ya. Demikian pula sebaliknya.”
“Lalu apa tanda-tanda kalau ilmu itu telah didapat?”
“Jika kamu sudah tidak lagi bisa melihat bayangan tubuhmu sendiri alias tubuhmu tidak lagi menimbulkan bayangan meskipun terkena sinar matahari atau sinar lampu apa pun. Itulah tandanya bahwa dirimu telah menghilang.”
Sekalipun Pak Ruki diberi ilmu tentang ilmu menghilang ia tidak berminat mencobanya karena menurutnya syaratnya terlampau berat. (Albes Sartono)
 

Related Post