Nyaris Jadi Tumbal Pesugihan

Sugiyanto@ Kamis, 15 Juni 2017 14:50:48 Cerita Misteri

SIANG itu Midah (bukan nama sebenarnya) kedatangan Budhe Sum dan Mas Pang (keduanya nama samaran). Seperti biasa Budhe Sum tampil anggun dan cantik dengan kebaya dan selendangnya. Namun ada yang janggal karena tidak biasanya ia bertandang membawa banyak oleh-oleh.
Budhe Sum yang biasanya judes dan sombong, hari itu begitu lembut bahkan bercengkrama dengan dua adik kembar Midah yakni Mira dan Mari. Puas bertamu, merekas lalu pamit pulang. Budhe Sum memeluk erat ibu kemudian mencium satu persatu kedua adik Midah. "Ada yang aneh…," tanpa banyak pikir Midah langsung pergi ke rumah kakeknya  yang hanya berjarak beberapa rumah dan kemudian menceritakan hal itu. Kakek hanya manggut-manggut, lantas menyuruh Midah menyusul ayahanya yang sedang bekerja di sawah.
Di rumah, ternyata kakek sdh tiba lebih dahulu. Kakek langsung mengajak ayah berbicara. Wajah mereka sangat serius. Kemudian ayah menanyakan barang-barang yang diberi dari Budhe Sum. Lantas semua barang itu dibawa pergi kakek.
Tak beberapa lama, kakek kembali dengan membawa kendi berisi air. Ia berjalan mengelilingi rumah sambil menuangkan air kendi itu. Kemudian ia berdzikir dan mengajak semua keluarga mengaji bersama.
Selepas Maghrib, tiba-tiba Mira dan Mari kejang-kejang. Matanya hanya nampak putihanyaa saja. Mereka seperti sedang dicekik. Midah dan ibunya menangis histeris. Ayah dan kakek terus berdzikir. Tiba-tiba, "brak! Dhuaaar!" Terdengar suara benda jatuh dan meledak di atas loteng. Ayah dan kakek langsung menghampiri kedua adik Midah. Kakek komat-kamit membaca sesuatu di ubun-ubun mereka. Lantas kedua bocah malang itu batuk-batuk dan muntah.
Setelah dirasa selesai, kakek mengajak ayah pergi ke rumah Budhe Sum. Di sana kakek marah sejadi-jadinya. Kakek menceritakan tentang kejadian itu kepada suami Budhe Sum yang merupakan kakak kandung ayah Midah.
Sebenarnya, sewaktu Pakde Midah menikahi Budhe Sum, wanita itu sudah kaya raya. Hanya saja kekayaan itu diperoleh dengan bersekutu dan memuja makhluk gaib. Kakek sendiri sebenarnya sudah tahu perihal perilaku Budhe Sum sehingga menentang pernikahan Pakdhe Midah.
Beberapa hari kemudian, semua aset kekayaan Budhe Sum ludes dilalap api. Entah dari mana asal api itu. Tetapi percaya tak percaya, itulah yang terjadi. Api dating secara gaib. Semenjak musibah itu, Budhe Sum jatuh miskin. Tak lama kemudian jatuh sakit dan mengalami gangguan mental. (RA Afra)

Related Post