Khawatir Uang Bertambah Banyak

Sugiyanto@ Kamis, 15 Juni 2017 15:02:24 Cerita Misteri
Khawatir Uang Bertambah Banyak

TERKENA PHK menjadikan kehidupan Jihan (bukan nama sebenarnya) gonjang-ganjing. Beban berat menggelayut di pundaknya. Anaknya yang tiga orang masih membutuhkan banyak beaya. Berbagai usaha telah dia coba, namun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Hal itu menjadikan timbul niatnya yang kurang terpuji.
Dari seorang tetangganya Jihan mendapat informasi tentang gendruwo Mbaligung yang konon bisa membantu meringankan beban hidup. Berbekal informasi tersebut Jihan seorang diri datang ke gua Song Gilap (nama disamarkan) ingin mengadukan nasibnya kepada gendruwo Mbaligung yang menghuni gua tersebut. Informasi yang didapat dari tetangganya ternyata benar.
“Ya…, aku tahu yang kamu mau. Aku bisa membantumu asal kamu bisa memenuhi keinginanku,” ujar gendruwo Mbaligung. Keinginan gendruwo itu tidak sulit, tapi juga tidak mudah dilaksanakan. Dalam waktu tiga hari Jihan harus bisa menyediakan seporsi besar sate burung gagak. Meski agak ragu Jihan menyanggupi.
Kembali ke rumah Jihan berusaha mencari burung gagak. Tapi di mana? Di alam bebas sudah amat jarang ada burung gagak. Akhirnya didapat juga meski harus merogoh kocek cukup dalam, tiga juta rupiah. Untuk membayar orang yang bersedia mencarikan dua ekor burung gagak.
Pada hari ketiga, Jihan membawa dua ekor burung gagak  yang masih hidup ke gua Song Gilap. Akan disembelih disana dan dagingnya akan dibuat sate untuk santapan gendruwo Mbaligung.
Tidak sia-sia Jihan membeli dua ekor burung gagak tersebut dengan harga tinggi. Sate gagak buatan Jihan ternyata sangat cocok di lidah gendruwo Mbaligung. Dalam tempo singkat ludes disantap oleh makhluk halus tersebut. Plok! Setumpuk lembaran uang kertas berwarna merah tiba- tiba jatuh di samping Jihan. “Pulanglah. uang itu tak akan habis kamu gunakan,” ujar gendruwo itu senang.
Sepulang dari gua Song Gilap, Jihan merasakan beban hidupnya menjadi enteng. Lembaran uang kertas itu tidak berkurang ketika satu-dua lembar diambil untuk dibelanjakan. Bahkan selalu bertambah dan bertambah. Hingga akhirnya lemari pakaiannya penuh dengan lembaran uang kertas seratus ribuan.
Hati Jihan gembira. Namun dibalik itu hatinya galau, risau, was- was dan kawatir setiap hari. Kesadarannya muncul, suatu saat nanti jangan-jangan gendruwo Mbaligung akan membuat hitung-hitungan. Akan meminta imbalan atas jasa-jasanya telah membantu meringankan beban hidupnya. Apakah imbalan yang akan diminta? Itulah pertanyaan yang belum terjawab yang setiap hari hinggap di kepala Jihan. (Andreas Seta RD)

Related Post