BULOG PASOK 5 TON KE KIOS SEGORO AMARTO, Bawang Sinco Dijual Rp 30 Ribu/Kg

Sugiyanto@ Minggu, 18 Juni 2017 14:50:25 Yogyakarta

UMBULHARJO (MERAPI) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY akan mendistribusikan 5 ton bawang putih jenis sinco. Bawang putih itu ditujukan untuk menekan tingginya harga bawang putih kating di pasaran.
“Kami akan mendistribusikan bawang putih ini salah satunya melalui Kios Segoro Amarto. Kami akan drop minimal satu ton bawang putih tiap Kios Segoro Amarto,” kata Kepala Bulog DIY Miftahul Ulum, Jumat (16/6).
Dia menyampaikan, bawang putih sinco itu akan dijual seharga Rp 30 ribu/kg kepada masyarakat. Sedangkan kepada pedagang dijual sekitar Rp 28.500/kg. Bawang putih itu dijual dengan kemasan 1 kg. Saat ini Kios Segoro Amarto buka di Pasar Beringharjo dan Pasar Kranggan.
“Sementara ini setiap orang maksimal hanya boleh membeli satu kilogram,” imbuhnya.
Bawang putih sinco 5 ton telah dikirim dari Jakarta ke Bulog DIY kemarin. Bawang putih tersebut diimpor dari China. Meskipun harga bawang putih jenis kating yang tinggi, tapi pemerintah mencoba menekan harga itu dengan bawang putih sinco. Dia menyatakan bawang putih jenis sinco yang dipilih karena harganya yang terjangkau di masyarakat.
“Bawang putih kating memang primadona. Tapi kalau mengimpor bawang putih kating harganya tinggi karena barangnya tidak ada. Kalau impornya tinggi, harga jualnya jadi tinggi. Jadi malah tidak memperbaiki harga karena tidak terjangkau masyarakat,” terang Ulum.
Seperti diketahui harga bawang putih kating di pasaran mencapai Rp 70 ribu. Berdasarkan pemantauan di Pasar Beringharjo tingginya harga bawang putih kating karena pasokan tersendat. Biasanya satu pedagang mendapat pasokan 1 ton bawang putih kating, kini hanya 50 kg.
Jika distribusi 5 ton bawang putih sinco ke masyarakat masih kurang, tidak menutup kemungkinan akan ditambah. “Kalau masih kurang kami akan mintakan lagi,” ujarnya.
Sedangkan komoditas lainnya seperti beras dan gula pasir dinyatakan masih aman. Dia menyebut stok beras Bulog DIY saat ini sekitar 12.000 ton aman untuk 5 bulan ke depan. Sedangkan gula pasir masih lebih dari 1.000 ton.
Sebelumnya sekretaris II Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY Sugeng Purwanto mengutarakan bawang putih kating adalah komoditas hasil pertanian daerah sub tropis. Di Indonesia masih bisa menanam bawang putih kating tapi tidak dalam jumlah besar. Oleh sebab itu sebagian besar bawang putih kating yang dijual di Indonesia dicukupi dari impor
“Bawang putih ini menjadi perhatian kami. Senin depan kami akan merapatkan bersama pihak terkait apakah perlu adanya operasi pasar bawang putih,” tutur Sugeng yang juga Kepala Biro Perekonomian Setda DIY. <B>(Tri)<P>


 

Related Post