FOTO KEKERASAN GENG PEREMPUAN, DPRD Bantul Minta Usut Tuntas

Sugiyanto@ Senin, 19 Juni 2017 15:51:44 Bantul

SANDEN (MERAPI)- Peredaran foto dan video aksi kekerasan geng perempuan di Bantul sangat disesalkan sejumlah pihak. Mirisnya, kasus yang hampir serupa sempat terjadi beberapa waktu sebelumnya di Bantul. Penganiayaan yang dikenal dengan geng hello kitty itu membuat delapan pelakunya ditetapkan sebagai tersangka. Sementara satu persatu identitas perempuan yang terlibat dalam aksi brutal dengan korban diduga M, siswi kelas X SMK Muhammdiyah Bambanglipuro mulai terkuak.
Salah seorang warga Srigading Sanden, Antok mengaku mengenal salah satu pelaku yang terekam dalam video dan foto yang sudah beredar sejak sepekan terakhir tersebut. Pelaku perempuan berinisial N tersebut sama-sama merupakan warga Srigading Sanden. Bahkan rumah pelaku disebutnya tidak jauh dari korban M. "Dia (N) itu juga masih sekolah, tapi di mana sekolahnya saya tidak tahu persis," ungkapnya, Sabtu (17/6).
Lebih lanjut, Antok mengaku mendengar kabar bahwa N belum lama dibelikan handphone baru oleh neneknya. Warga menduga N menjadi salah satu yang menyebarkan foto-foto tersebut. Sang nenek diketahui seringkali memanjakan dengan menuruti permintaan N. "Mungkin pakai HPnya, kabarnya dia baru dibelikan HP baru," imbuhnya.
Ketua Komisi D DPRD DIY, Yose Rizal tidak menyangka aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng perempuan kembali terjadi di wilayah Bantul. Ketua komisi yang membidangi pendidikan ini mendesak pihak berwajib untuk mengungkap kasus tersebut. Dia menyayangkan para pelaku yang masih seusia sekolah itu dengan mudahnya melakukan aksi brutal bahkan dengan sengaja merekam perbuatannya. "Kami akan segera koordinasikan dengan Pak Aji (Kepala Disdikpora DIY) agar  membantu penyelesaiannya," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Bupati Bantul, Suharsono. Laporan peredaran foto dan video berdurasi hampir setengah jam itu cukup mengagetkan. Suharsono juga akan komunikasi dengan sekolah yang di duga salah satu siswinya menjadi korban. Namun begitu, purnawirawan Polri ini tidak serta merta menyalahkan pihak sekolah. Apalagi dalam foto rekaman yang beredar, baik korban maupun pelaku tidak menggunakan seragam sekolah. "Kemungkinan itu di luar sekolah tidak pada jam pelajaran, tapi saya perintahkan dinas pendidikan untuk koordinasi dengan sekolah," terangnya.
Sementara saat dikonfirmasi Minggu (18/6) siang, Kapolsek Sanden AKP Riwanta mengaku belum banyak mendapat titik terang. Namun penyelidikan terus dilakukannya setelah dua perempuan muda di foto tersebut diduga merupakan warga Sanden. "Kami terua melakukan penyelidikan, selain itu upaya preventif juga sudah dilakukan khusus di Sanden," ujarnya singkat.
Diberitakan sebelumnya setidaknya ada empat foto yang beredar. Dua di antaranya merupakan screenshoot potongan video. Empat foto tersebut diduga dari dua kejadian yang berbeda, pasalnya pada dua foto menunjukkan korban mengenakan kaus warna merah muda sedangkan dua foto lain korban mengenakan kaos warna biru. Foto dan video tersebut beredar melalui pesan whatsapp diantara siswa SMK Muhammadiyah Bambanglipuro.
Kepala SMK Muhammadiyah Bambanglipuro, Maryoto membenarkan bahwa salah satu gadis yang diduga sebagai korban adalah M, siswi Kelas X. Namun Maryoto mengatakan siswi jurusan Teknik Sepeda Motor itu sudah tidak lagi tercatat sebagai siswa di sekolahnya. "Dulu pernah sekolah di kelas X, tapi sekarang sudah keluar," sebutnya. (C1)

 

Related Post