OPERASI PEKAT, 129 Tersangka Diamankan

Sugiyanto@ Senin, 19 Juni 2017 15:54:20 Sleman

DEPOK(MERAPI)- Jajaran Polda DIY dan Polres baru saja menyelesaikan operasi penyakit masyarakat (Pekat). Operasi yang berlangsung sejak tanggal 6 hingga 15 juni kemarin, berhasil menangkap 129 tersangka.
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan operasi ini menyasar pelaku tindak pidana judi dan miras. Tercatat ada empat target operasi (TO) yang diproses Ditreskrimum Polda DIY dan semua berhasil ditangkap sesuai target.
Jumlah itu sama dengan yang dibebankan kepada Satuan Reskrim Polresta Yogyakarta, dan Polres Sleman, di mana kedua Polres ini dapat menangkap seluruh TO. Polres Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo masing-masing memiliki tiga TO.
Satreskrim Polres Bantul dan Gunungkidul berhasil menangkap seluruh tersangka yang masuk dalam daftar TO. Sedangkan Satreskrim Kulonprogo hanya dapat mengungkap dua dari tiga TO yang diterapkan.
"Selama operasi setidaknya petugas mengungkap 20 kasus TO. Tapi ada pula pengungkapan kasus non TO sebanyak 40 kasus," kata Yulianto, Minggu (18/6).
Dari total 60 kasus baik TO maupun non-TO yang berhasil diungkap, kepolisian mengamankan pelaku atau tersangka sebanyak 129 orang, 36 di antaranya masuk dalam kategori TO, dan 93 tersangka sisanya non-TO. 
Tersangka yang ditangkap karena terlibat kasus judi mulai dari pembeli, pengecer hingga pengepul judi Togel Hongkong, ada juga kasus judi kartu remi. Untuk kasus miras, tersangka yang diamankan berasal dari toko kelontong, kafe, hingga rumah-rumah yang menjual miras. 
"Barang bukti yang berhasil diungkap sebanyak 1.067 buah, di antaranya  183 barang bukti dari TO dan 884 barang bukti dari non-TO," katanya. 
Dengan demikian Yulianto mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberantas pekat di lingkungannya. Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui ada praktik perjudian dan peredaran miras untuk melapor ke polisi.
"Kita harus bersama-sama memerangi pekat karena itu tanggung jawab bersama. Kalau tahu praktik pekat harus segera dilaporkan, karena selain meresahkan, judi atau minum minuman keras hanya merugikan diri sendiri," pungkasnya. (Shn)

Related Post