DI KAWASAN PANTAI DEPOK DAN SEKITARNYA, Gelombang Tinggi Kembali Terjang Warung Kuliner

Sugiyanto@ Senin, 19 Juni 2017 15:58:31 Bantul
Bangunan di Pantai Depok rusak diterjang gelombang tinggi.

KRETEK (MERAPI)- Gelombang tinggi membuat para pedagang kuliner seafood di Pantai Depok gigit jari. Dalam sebulan terjangan gelombang terjadi beberapa kali. Bahkan yang paling akhir kemarin menyebabkan beberapa warung kuliner rusak. Terjangan gelombang besar itu paling parah terjadi Sabtu (17/6).
Sejak sepekan terakhir gelombang setinggi tiga meter menerjang pantai selatan DIY. Di Bantul setidaknya membuat delapan bangunan rusak parah. Bangunan semi permanen di Pantai Baru, Pantai Kwaru, dan Pantai Depok tersebut berada tepat menghadap Pantai. Setidaknya kerugian ditarsir mencapai puluhan juta rupiah. Belum lagi prediksi gelombang besar yang masih akan terjadi dua hingga tiga hari ke depan membuat pemilik warung sangat khawatir.
Dardi Nugroho salah satunya, pemilik warung seafood Salsabila Pantai Depok Kretek ini harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah. Teras warung yang biasa digunakan sebagai tempat makan konsumennya rusak akibat diterjang gelombang pasang. Dardi menjelaskan setelah pekan lalu gelombang berangsur turun, mulai tinggi lagi sejak Jumat (16/6) yang lalu. "Sabtunya gelombang sampai warung," terangnya Minggu (18/6).
Dardi menambahkan jika sebelumnya gelombang tinggi menerjang pantai ini di sisi timur Pos SAR, namun kini mulai meluas hingga ke sebagian warung lain di sisi barat. Paling parah terdampak adalah warung yang berhadapan langsung dengan palung laut. Gelombang pasang paling besar terjadi pada area tersebut. "Palungnya pindah-pindah, yang berhadapan langsung biasanya paling parah," sebutnya.
Saat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi datangnya gelombang tinggi, sebenarnya warga sudah mengantisipasi. Patok-patok bambu dan pondasi dengan karung berisi pasir dipasang di depan warung. Akan tetapi Dardi menjelaskan upaya itu sia-sia. Benteng penghalau  itu tidak mampu menangkis ganasnya gelombang. Akibatnya pondasi bangunan warung banyak yang terkikis. "Mau setebal apa, tetap tidak kuat. Gelombangnya loncat sampai ke warung," imbuhnya.
Sementara, Kepala Operasional BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Joko Budiono mengungkapkan kondisi ini juga berbahaya bagi nelayan. Pasalnya gelombang yang terjadi di pesisir selatan ini bisa mencapai tiga meter lebih. Hal ini disebabkan angin timuran yang berhembus dari arah Australia. Kecepatan angin cukup tinggi mencapai 20 hingga 30 knot. Tentu saja dengan kecepatan itu akan memicu gelombang yang cukup tinggi. "Nelayan sebaiknya tidak melaut dulu, gelombang ini sangat berbahaya terlebih bagi perahu-perahu kecil," imbau Joko. (C1)

Related Post