Lidah Mertua Redakan Batuk

Sugiyanto@ Senin, 19 Juni 2017 18:40:46 Herbal
Tanaman lidah mertua sering disebut juga sansievera.

TANAMAN lidah mertua  sering disebut juga sansievera. Selain mempunyai khasiat obat alami, biasa difungsikan sebagai tanaman hias maupun tanaman pagar. Tanaman ini mempunyai akar rimpang yang menjalar dan daunnya berujung runcing. Bagian daun inilah yang diyakini mempunyai beberapa khasiat kesehatan.
Daun lidah mertua bersifat sejuk, rasanya masam dan berkhasiat sebagai anti biotik. Tanaman yang banyak  mengandung senyawa <I>Abamagenin<P> ini dipercaya mampu membantu meredakan influenza, batuk dan radang saluran pernapasan. Untuk obat luar banyak digunakan sebagai peredam  keseleo, luka terpukul, gigitan ular berbisa, borok dan bisul. Adapun cara pemakaiannya untuk diminum, yakni 15 – 30 gram daun lidah mertua digodok dalam satu liter air sampai menjadi setengahnya. Ramuan alami ini diminum pada pagi, siang dan sore hari.
Untuk pemakaian luar daunnya setelah dicuci bersih kemudian digiling atau ditumbuk halus dan kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Selain itu juga bermanfaat untuk membantu menyuburkan rambut. Caranya cukup memanfaatkan getah dari daun tersebut lalu digosokkan pada kulit kepala. Dilakukan satu sampai dua hari sekali. Bahkan daun lidah  mertua juga kerap digunakan sebagai variasi pada karangan bunga. Serat daunnya pun  dapat diproses menjadi tali bernuansa alami.
Ciri lain tanaman ini, yakni bentuk daunnya panjang menyempit dengan ujungnya yang runcing. Bagian pangkal daun juga  menyempit dan berbentuk talang. Pada kedua permukaan daun terdapat garis-garis bergelombang berwarna hijau tua yang letaknya melintang.
Saat berbunga menempel dalam tandan yang panjangnya sekitar  30-80 cm, warnanya hijau muda serta mekar menjelang malam hari. Perbanyakkan tanaman biasa dengan memisahkan anak tanaman yang tumbuh didekat induk maupun dengan stek daun. Nama ilmiah lidah mertua, yakni <I>Sansevieria trispasciata P<P> sehingga sering disebut juga sansevieria.  Adapun nama lain di sejumlah daerah di Indonesia seperti kikolo, letah bayawak, rajek wesi dan nanas Belanda. (Yan)
 

Related Post